Andien Aisyah Ajak Hidup Lebih Mindful dan Sustainable, Mulai dari Kebiasaan Kecil di Rumah

- Minggu, 11/10/2026

Citraselebriti — Penyanyi Andien Aisyah mengajak masyarakat untuk menjalani kehidupan yang lebih sadar atau mindful serta menerapkan gaya hidup berkelanjutan atau sustainable. Menurutnya, perubahan bisa dimulai dari pilihan-pilihan kecil yang dilakukan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari, termasuk saat memilih barang untuk rumah.

Ia mengungkapkan, seiring bertambahnya usia, dirinya semakin selektif dalam menentukan barang yang akan dibawa masuk ke rumah.

Andien menilai, selama ini banyak orang membeli barang hanya karena tertarik pada bentuk, estetika, atau keunikannya, tanpa memikirkan manfaat jangka panjang maupun nasib barang tersebut ketika tidak lagi digunakan.

“Dulu-dulu mungkin kita memilih barang itu lebih berdasarkan, wah, estetik nih, beli. Wah, lucu nih, beli. Tanpa kita berpikir lebih lanjut akan seperti apa akhirnya dia nanti,” ujar Andien saat ditemui di Grand Indonesia, Jakarta, Minggu (11/10/2026).

Ia mengatakan, pertimbangan terhadap sebuah barang seharusnya tidak berhenti pada berapa lama barang tersebut digunakan. Masyarakat juga perlu memikirkan kemungkinan untuk memberikannya kepada orang lain, menjualnya kembali, atau memastikan barang tersebut dapat diolah dengan baik ketika dibuang.

Menurut Andien, keinginan untuk menjalani hidup lebih mindful dan sustainable memiliki satu kesamaan mendasar, yakni kesadaran dalam mengambil keputusan.

“Pada akhirnya ketika semakin bertambah usia, akhirnya ingin sekali bisa hidup lebih mindful, lebih sustainable. Dan ternyata ada kesamaan di antara mindful living dan sustainability itu, kata kuncinya adalah kesadaran,” tuturnya.

Andien kemudian mengajak masyarakat untuk mengevaluasi kebiasaan sehari-hari. Ia mempertanyakan apakah keputusan yang diambil benar-benar berdasarkan kesadaran atau justru lebih banyak dikendalikan oleh ego.

Menurutnya, kesadaran terhadap lingkungan perlu dibangun melalui tindakan nyata, termasuk dalam menentukan barang yang dibeli dan aktivitas yang dilakukan.

Ia juga menyoroti pentingnya menjaga bumi demi masa depan anak-anak. Orang tua, kata Andien, sering kali memikirkan pendidikan, pekerjaan, dan kesejahteraan anak ketika mereka dewasa. Namun, perhatian terhadap kondisi bumi yang akan diwariskan kepada generasi berikutnya tidak boleh dilupakan.

“Kita sering sekali memikirkan anak kita bagaimana nanti dia akan masuk ke sekolah yang bagus supaya nanti dia jadi sarjana bagus, keterima kerja. Seolah kita bisa mendesain masa depan kehidupan mereka,” kata Andien.

“Tapi kita enggak pernah nih mikirin bagaimana bumi akan tetap menjadi tempat yang indah untuk mereka hidup bersama anak-anaknya nanti. Percuma dong kerjaannya bagus, tapi buminya enggak,” lanjutnya.

Pelantun lagu Gemintang tersebut menegaskan bahwa menjaga lingkungan tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara berulang dan konsisten justru dapat menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan yang lebih berkelanjutan.

Dalam kehidupan di rumah, misalnya, Andien kini membiasakan diri untuk mempertimbangkan kembali kebutuhan sebelum membeli sesuatu. Ia tidak ingin sekadar menambah koleksi barang tanpa memikirkan kegunaan dan dampaknya.

“Ketika ada sebuah barang, mungkin aku akan bertanya, ‘Do I really need this?’ Ini bakal ke mana ya nanti barangnya?” ungkapnya.

Andien juga berpendapat bahwa banyaknya barang di dalam rumah tidak otomatis membuat penghuninya merasa nyaman. Baginya, kenyamanan tidak semata-mata ditentukan oleh furnitur mahal atau benda-benda yang terlihat menarik, tetapi juga oleh kehangatan dan kesadaran yang dibangun bersama seluruh penghuni rumah.

Ia percaya, rumah yang nyaman dapat tercipta ketika setiap orang mampu menghargai apa yang sudah dimiliki dan merawatnya dengan baik.

“Buat aku yang namanya kenyamanan itu sama sekali it’s not about having more, it’s about needing less and appreciate more,” ujar Andien.

Melalui pandangan tersebut, Andien mengajak masyarakat untuk mulai mengurangi kebutuhan yang tidak esensial, sekaligus meningkatkan apresiasi terhadap barang-barang yang sudah dimiliki. Dengan begitu, masyarakat dapat merawat barang lebih baik, mengurangi potensi sampah, serta menunjukkan penghargaan yang lebih nyata terhadap bumi dan kehidupan.

Bagi Andien, gaya hidup berkelanjutan bukan sekadar tren, melainkan kesadaran yang perlu diterapkan dalam keseharian. Perubahan tersebut dapat dimulai dari rumah, melalui keputusan sederhana yang dilakukan secara konsisten demi menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi generasi mendatang.

Tags

Artikel Terkait

Terkini