Citraselebriti – Artis Sara Wijayanto kembali berperan sebagai paranormal dalam film horor The Doll: Ghawiah. Kali ini, ia memerankan karakter Bu Laras yang memiliki kemampuan berkomunikasi dengan makhluk tak kasatmata, tetapi masih berjuang menerima kemampuan yang dimilikinya.
Sara mengungkapkan, keterlibatannya dalam film terbaru garapan Rocky Soraya tersebut menjadi kelanjutan perjalanan panjangnya bersama waralaba The Doll yang dimulai sejak 2016.
“Aku diajak main sama Pak Rocky dari tahun 2016, 2017, 2018. Jadi The Doll 1, 2, Sabrina, dan The Doll 3. Aku pikir sudah berakhir, enggak ada lagi. Terus dikasih tahu dan dihubungi kembali untuk bikin The Doll: Ghawiah,” kata Sara saat ditemui dalam jumpa pers di Plaza Indonesia, Jakarta, Jumat malam (16/10/2026).
Sara pun menyampaikan terima kasih kepada Rocky Soraya karena kembali memberinya kesempatan untuk terlibat dalam film horor tersebut.
Menurut Sara, karakter Bu Laras dalam The Doll: Ghawiah memiliki sisi yang berbeda dibandingkan perannya dalam film-film sebelumnya. Jika sebelumnya Bu Laras dikenal sebagai paranormal yang kerap membantu orang lain, kali ini karakter tersebut masih mengalami kesulitan untuk menerima kemampuan yang dimilikinya.
“Di sini, Laras belum bisa menerima apa yang dia punya. Jadi, ada bagian dari Sara juga yang aku masukkan ke karakter ini, bagaimana caranya aku bisa menerima apa yang aku punya,” ujar Sara.
Ia menilai pengalaman tersebut menjadi hal menarik karena dapat memasukkan sebagian pengalaman pribadinya ke dalam karakter yang dimainkan.
Konsultasi dengan Guntur Saat Adegan Komunikasi dengan Makhluk Gaib
Dalam film The Doll: Ghawiah, Sara juga harus membawakan adegan ketika Bu Laras berusaha membuka komunikasi dengan sosok tak kasatmata.
Untuk mendalami adegan tersebut, Sara mengaku berdiskusi dan berkonsultasi dengan Guntur mengenai cara membangun komunikasi dengan makhluk gaib, khususnya saat melakukan adegan di meja untuk membuka komunikasi.
“Aku memang bikin dengan konsultasi ke Pak Guntur, seserius mungkin pada saat aku mencoba membuka komunikasi dengan mereka. Tentunya dengan gerakan yang dilebih-lebihkan untuk sebuah film,” jelasnya.
Sara mengatakan, adegan tersebut tetap membutuhkan penyesuaian agar terlihat sesuai dengan kebutuhan sinematik. Meski demikian, ia berusaha mempertahankan kesan realistis dalam membawakan perannya sebagai paranormal.
Pengalaman memerankan karakter paranormal dalam film horor juga bukan hal baru bagi Sara. Ia menyebut The Doll: Ghawiah menjadi film keenam yang mengharuskannya memainkan peran serupa.
Ingin Mencoba Peran Selain Paranormal
Meski sudah beberapa kali memerankan karakter paranormal, Sara mengaku tertarik mencoba berbagai karakter lain di dunia akting.
Ia berharap mendapat kesempatan untuk mengeksplorasi peran berbeda, termasuk kembali bekerja sama dengan Rocky Soraya dalam proyek film berikutnya.
“Mau banget. Kemarin sudah coba beberapa juga dan mudah-mudahan nanti akan ada kesempatan lagi, mungkin sama Pak Rocky juga dikasih peran yang lain,” ungkapnya.
Ketika ditanya apakah tertarik memerankan hantu atau setan dalam film horor, Sara mengaku sempat mendapat tawaran untuk memainkan karakter tersebut. Namun, ia belum siap menerima tantangan itu.
“Sudah sempat ditawarin, tapi akunya belum berani. Maaf ya, belum berani,” kata Sara sambil berseloroh.
The Doll: Ghawiah, Sara kembali menunjukkan keterlibatannya dalam genre horor yang telah menjadi bagian penting dari perjalanan kariernya di dunia perfilman Indonesia.
Artikel Terkait
Sara Wijayanto Kembali Jadi Paranormal di Film The Doll: Ghawiah, Akui Belum Berani Jadi Hantu
Darius Sinathrya Dikelilingi Lima Wanita Cantik di Film Horor The Doll: Ghawiah
Titi Kamal dan Darius Sinathrya Hadapi Teror Boneka di Film The Doll Ghawiah
Da-iCE Rilis Lagu “Uraraka” untuk Drama Jepang A Calm Sea and Beautiful Days with You