Citraselebriti-Produser Rocky Soraya mengungkapkan alasan menghadirkan film horor The Doll: Ghawiah sebagai prekuel dari waralaba The Doll. Film ini dikembangkan dengan konsep baru untuk menyegarkan cerita sekaligus mempertahankan karakter produksi horor dengan kualitas sinematik.
Rocky mengatakan, pengembangan cerita The Doll: Ghawiah membutuhkan gagasan baru setelah kesuksesan konsep boneka yang bisa bergerak dan berbicara dalam film sebelumnya.
Menurut Rocky, setelah The Doll 3, pihaknya membutuhkan waktu beberapa tahun untuk menemukan ide yang tepat agar waralaba tersebut tidak terus mengulang konsep yang sama.
“Kita sudah beberapa tahun tidak bikin karena kita harus dapat ide yang baru untuk memajukan filmnya. Jadi sekarang kita dapat idenya untuk bikin prekuel,” ujar Rocky Saat ditemui di Plaza Indonesia, Jakarta, Jumat malam (16/10/2026).
Ia menjelaskan, The Doll: Ghawiah kembali mengeksplorasi boneka Ghawiah yang pernah diperkenalkan dalam film pertama The Doll. Namun, setelah sekitar 10 tahun, karakter tersebut diperbarui dengan pendekatan yang lebih modern dan sesuai dengan perkembangan film horor saat ini.
Rocky mengatakan, pihaknya ingin menghadirkan boneka yang dapat berbicara dan bergerak, tetapi tidak berjalan seperti konsep boneka dalam The Doll 3.
“Kenapa kita mau buat dia bisa ngomong dan move, tapi tidak jalan-jalan seperti The Doll 3. Kita enggak mau bikin konsepnya kayak Chucky yang di mana it’s a B movie. Kita masih mau bikinnya yang A movie,” kata Rocky.
Menurut Rocky, keputusan tersebut diambil agar karakter boneka tetap memiliki daya tarik visual dan mendukung kebutuhan sinematik film. Ia menilai, boneka yang hanya duduk tanpa memiliki ekspresi atau kemampuan lain akan terasa kurang menarik untuk film yang diproduksi pada 2026.
Selain mengembangkan karakter boneka, Rocky juga memberikan perhatian terhadap pemilihan pemeran Uci. Ia menilai kemampuan akting pemeran tersebut mampu memberikan kedalaman emosional pada cerita.
Rocky menyebut, karakter Uci tidak sekadar menghadirkan sosok menyeramkan, tetapi juga membawa sisi emosional yang membuat penonton dapat memahami pergulatan batin karakter tersebut.
Ia mengapresiasi penampilan pemeran Uci yang dinilainya mampu mengangkat cerita dari sekadar kisah hantu menjadi kisah tentang jiwa yang terluka.
Dalam kesempatan itu, Rocky juga mengungkapkan bahwa pengembangan The Doll: Ghawiah melibatkan pertimbangan distribusi internasional. Sebagian pendapatan film direncanakan berasal dari penjualan hak tayang kepada platform over-the-top (OTT), termasuk untuk pasar Eropa dan Amerika Serikat.
Sementara itu, pasar Asia Tenggara dan sejumlah wilayah lain akan menjadi bagian dari distribusi melalui bioskop. Rocky menyebut Malaysia dan Rusia sebagai beberapa pasar yang turut dipertimbangkan.
Meski demikian, Rocky belum mengungkapkan angka pasti anggaran produksi The Doll: Ghawiah. Ia mengatakan perhitungan keseluruhan masih perlu dipastikan karena berkaitan dengan pembagian distribusi dan penjualan hak tayang.
The Doll: Ghawiah, Rocky Soraya berharap waralaba The Doll dapat kembali menghadirkan pengalaman horor dengan pendekatan cerita yang segar, karakter yang lebih kuat, serta kualitas produksi yang sesuai dengan standar film layar lebar.
Artikel Terkait
Miley Cyrus Hadirkan “Red Drive”, Lagu Penuh Energi tentang Kebebasan dan Persahabatan
Galezard Project & Co Hadirkan “Time Flies”, Ajak Pendengar Nikmati Waktu dan Melangkah ke Depan
Khloe Kardashian Siapkan Nama Tyla untuk Calon Anak Ketiga, True Ingin Punya Adik Perempuan
Rocky Soraya Ungkap Alasan Film The Doll: Ghawiah Hadir sebagai Prekuel, Boneka Bisa Bicara tetapi Tidak Berjalan