Citraselebriti — Aktris Dinda Kirana mengungkapkan pengalaman menarik selama menjalani proses syuting sinetron Wajah Cinta yang Lain yang tayang di SCTV. Berperan sebagai Ariana, Dinda mengaku menghadapi sejumlah tantangan saat menjalani adegan intens, termasuk ketika harus syuting di atas kapal hingga mengalami mabuk laut.
Dinda menceritakan, dirinya ternyata sudah mengenal Cut Tari sebelum keduanya terlibat dalam sinetron tersebut. Bahkan, mereka pernah memiliki pengalaman bepergian bersama hingga harus menghadapi mabuk laut.
“Fun fact, aku sama Mami Tari itu sudah kenal duluan sebelum proyek ini. Aku pernah mengantar anaknya pulang ke rumahnya. Ternyata, kami sampai mabuk laut dan harus minum obat antimabuk laut,” ujar Dinda dalam wawancara virtual.
Pengalaman tersebut kembali terulang saat proses syuting Wajah Cinta yang Lain. Dinda mengaku dirinya dan para pemain sempat mengantuk ketika menjalani adegan yang membutuhkan penghayatan emosional.
“Jujur, pas kami menjalani adegan yang intens, waktu reading mata kami sudah mengantuk banget. Setelah selesai take, kami baru sadar dan bertanya-tanya, tadi kami sedang take adegan intens, ya? Bagus atau tidak, ya?” tutur Dinda sambil tertawa.
Meski menghadapi kondisi yang tidak mudah, Dinda bersyukur adegan tersebut tetap bisa diselesaikan. Ia juga mengaku senang melihat respons penonton terhadap sinetron yang dibintanginya.
Dinda mengatakan, antusiasme penonton terlihat dari jumlah penayangan video adegan mereka yang mencapai sekitar 74 ribu views di Vidio. Ia berharap respons positif tersebut dapat terus bertahan seiring perkembangan cerita.
“Alhamdulillah banget. Aku juga menontonnya di TV di basecamp dan penasaran melihat respons penonton di Vidio. Views-nya sampai 74 ribu saat itu. Amazing banget, lebih dari yang kami bayangkan. Kami berharap antusiasme penonton bisa terus stabil,” ungkapnya.
Dinda juga menceritakan reaksi para pemain lain ketika menyaksikan adegan yang melibatkan Ariana dan Davin. Menurutnya, sejumlah pemain terlihat terdiam karena begitu fokus mengikuti jalannya cerita.
Salah satu momen yang membuat penonton terkejut adalah ketika karakter yang diperankan Oka mengalami kejadian tak terduga, yakni tertusuk. Dinda menyebut adegan tersebut menjadi bagian dari konflik yang semakin memperumit hubungan antarkarakter.
Dalam proses pengambilan gambar, tim produksi juga harus mengatur jadwal secara cermat. Dinda menjelaskan, beberapa adegan dilakukan dengan pengambilan gambar terpisah karena para pemain memiliki jadwal dan lokasi adegan yang berbeda.
“Waktu itu adeganku banyak bersama Bima, sementara kami berada di kapal yang berbeda dan harus mengejar matahari. Jadi, lumayan diakali. Master scene-nya diambil terlebih dahulu, lalu shot tambahan Ariana tetap diambil bersama Davin,” jelasnya.
Selain tantangan teknis, Dinda menilai kekuatan Wajah Cinta yang Lain terletak pada karakter-karakternya yang memiliki konflik dan rahasia masing-masing. Ia menyebut tokoh antagonis dalam sinetron tersebut tidak hanya menghadirkan konflik, tetapi juga memiliki latar belakang yang membuat ceritanya semakin menarik.
Menurut Dinda, karakter Bima memiliki sisi obsesif yang dipengaruhi rasa tidak aman. Sementara itu, Ariana yang selama ini menjadi salah satu karakter protagonis juga menyimpan rahasia besar yang akhirnya terungkap dalam episode terbaru.
“Ariana juga punya kebohongannya sendiri. Baru di episode kemarin terbongkar bahwa ternyata ada rahasia besar yang dia tutupi dari Davin. Ariana akhirnya mengakui bahwa dirinya memang menggunakan Davin sebagai pion. Itu pasti menyakitkan sekali buat Davin,” kata Dinda.
Ia menilai setiap karakter memiliki agenda tersembunyi yang membuat alur cerita terus berkembang dan menghadirkan kejutan bagi penonton.
“Menurutku, semuanya punya hidden agenda masing-masing. Itu yang membuat Wajah Cinta yang Lainsemakin ramai dan berwarna,” tambahnya.
Dinda mengaku semakin senang ketika mengetahui teman-temannya ikut mengikuti perkembangan cerita sinetron tersebut. Bahkan, beberapa di antara mereka turut memberikan komentar mengenai konflik yang dialami para karakter.
Menurutnya, respons penonton tidak hanya berupa dukungan, tetapi juga kritik dan reaksi emosional terhadap jalan cerita.
“Banyak yang ikut menonton dan bertanya-tanya soal ceritanya. Ada juga yang bilang mereka kesal dengan Bima, tetapi malah ikut menangis melihat nasibnya. Aku senang karena ternyata penonton benar-benar mengikuti cerita kami,” ujarnya.
Di balik cerita yang penuh konflik, Dinda mengungkapkan bahwa proses produksi sinetron ini juga membutuhkan persiapan yang matang, terutama saat menjalani syuting di lokasi terbuka seperti Ancol.
Ia mengakui mabuk laut menjadi tantangan tersendiri bagi para pemain. Selain mengandalkan obat antimabuk, mereka juga sempat mendapatkan makanan ringan dari tim produksi untuk membantu mengurangi rasa tidak nyaman.
Dinda menilai tim produksi telah berusaha memberikan hasil terbaik meskipun harus berpacu dengan waktu dan keterbatasan lokasi. Ia juga mengapresiasi detail set yang dibangun di kawasan MTEK, termasuk fasad beberapa kantor dan rumah yang dibuat berbeda sesuai kebutuhan cerita.
“Walaupun lokasi kami terbatas karena harus mengejar stok tayangan, kami tetap berusaha memberikan yang terbaik. Set di MTEK juga dibuat dengan detail. Fasad kantornya ada tiga yang berbeda, kemudian rumah-rumahnya juga didesain secantik mungkin,” jelasnya.
Dinda menambahkan, ide mengenai lokasi syuting juga menjadi bahan diskusi antara produser, penulis, dan sutradara. Salah satu gagasan yang sempat dibicarakan adalah melakukan pengambilan gambar di kawasan Gunung Bromo, termasuk adegan menunggang kuda.
Namun, rencana syuting di lokasi yang jauh membutuhkan persiapan lebih besar, mulai dari waktu, kondisi pemain, hingga kebutuhan produksi.
“Kalau pemain, kami mengikuti saja. Biasanya produser, penulis, dan sutradara berdiskusi mengenai kebutuhan cerita dan produksinya,” katanya.
Menutup ceritanya, Dinda menyampaikan terima kasih kepada penonton Wajah Cinta yang Lain yang terus memberikan dukungan, masukan, serta kritik terhadap perkembangan sinetron tersebut.
Ia berharap sinetron yang dibintanginya bersama para pemain lain dapat terus menghadirkan cerita yang menarik dan mempertahankan antusiasme penonton SCTV.
Artikel Terkait
eaJ Rilis EP The Responsibility of Being in Love, Angkat Sisi Kompleks dalam Hubungan Cinta
Dinda Kirana Ungkap Keseruan Syuting Sinetron Wajah Cinta yang Lain, Sempat Mabuk Laut di Ancol
Amanda Caesa Rilis EP “Cute Talks”, Angkat Kisah Cinta Tanpa Kepastian
Andri Mashadi Percaya Sinetron Wajah Cinta yang Lain Punya Keunikan dan Cerita Berbeda