• Jum'at, 23/10/2026

eaJ Rilis EP The Responsibility of Being in Love, Angkat Sisi Kompleks dalam Hubungan Cinta

- Jum'at, 23/10/2026
 eaJ Rilis EP The Responsibility of Being in Love, Angkat Sisi Kompleks dalam Hubungan Cinta
Penyanyi asal Amerika Serikat berdarah Korea, eaJ,

Citraselebriti — Penyanyi asal Amerika Serikat berdarah Korea, eaJ, merilis extended play (EP) terbarunya yang berjudul The Responsibility of Being in Love. EP berisi enam lagu tersebut dirilis melalui label musik Position Music dan mengeksplorasi berbagai sisi cinta, mulai dari keinginan untuk dicintai hingga ketakutan menghadapi diri sendiri dalam sebuah hubungan.

Melalui EP ini, eaJ menggambarkan bagaimana cinta dapat mengubah cara seseorang memandang dirinya sendiri, sekaligus mendorongnya menghadapi bagian-bagian diri yang selama ini ingin ditinggalkan.

Single utama dalam EP tersebut adalah “Anxiety”, lagu bernuansa alternative pop dan hyperpop yang diproduseri Inverness, sosok yang pernah berkolaborasi dengan j-hope, ENHYPEN, dan bbno$.

Lagu “Anxiety” melanjutkan eksplorasi eaJ terhadap proses mengenali diri sendiri yang sebelumnya ia hadirkan melalui dua single, “Feel Myself” dan “Blinded”. Kali ini, ia menuangkan pengalaman pribadi ketika mengalami serangan panik atau panic attack ke dalam sebuah karya musik.

Inspirasi lagu tersebut berasal dari pengalaman pertamanya mengalami serangan panik saat berada dalam penerbangan menuju Lisbon pada 2019. Pengalaman itu kemudian diolah menjadi lagu yang menggambarkan pergulatan pikiran dan perasaan ketika menghadapi kecemasan.

“Semua orang yang pernah mengalami panic attack pasti akan memahami lirik di lagu ini,” ujar eaJ.

Melalui The Responsibility of Being in Love, eaJ juga membahas pertentangan antara keinginan untuk dicintai dan keyakinan bahwa setiap orang layak mendapatkan kasih sayang.

Tiga single yang telah dirilis sebelumnya, yakni “Blinded”, “Feel Myself”, dan “Put It on Me”, menggambarkan bagaimana keintiman dapat menantang kebiasaan lama, membantu seseorang kembali terhubung dengan dirinya sendiri, serta mendorongnya untuk hadir bagi orang lain.

Sementara itu, lagu “Blinded” dan “Get the Hell Away from Me” menghadirkan nuansa yang lebih lembut dan reflektif dalam membahas ketidakpastian yang kerap muncul dalam sebuah hubungan. Adapun “Easy” mengangkat pentingnya kesabaran untuk mempertahankan hubungan dalam jangka panjang.

Keenam lagu dalam EP ini merangkum berbagai kontradiksi dalam cinta, termasuk keinginan untuk menjauh, kebutuhan untuk dipahami, serta keberanian untuk terus mencoba mempertahankan hubungan.

Secara keseluruhan, The Responsibility of Being in Love memandang cinta bukan sebagai sesuatu yang secara otomatis menyembuhkan segala persoalan, melainkan sebagai kekuatan yang dapat membantu seseorang memahami dirinya sendiri dan menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan.

Tags

Artikel Terkait

Terkini