Dipha Barus dan Hindia Sebut Musik Tak Bisa Dipisahkan dari Isu Sosial Politik

- Kamis, 05/11/2026

Citraselebriti — Musisi Dipha Barus dan Baskara Putra alias Hindia menilai seni, termasuk musik, tidak bisa dipisahkan dari persoalan sosial dan politik yang terjadi di masyarakat. Menurut mereka, suara yang disampaikan para seniman melalui karya maupun pernyataan terbuka merupakan bentuk kepedulian sebagai warga negara.

Baskara Putra mengatakan, seni pada dasarnya memiliki keterkaitan erat dengan kondisi sosial politik. Bahkan, menurutnya, keputusan seorang seniman untuk tidak menyuarakan sesuatu juga merupakan bentuk sikap politik.

“Kalau buat saya pribadi, seni itu selalu inherently political. Akan sangat sulit memisahkan kesenian dengan sosial politik. Memilih untuk tidak bersuara saja merupakan sebuah sikap politik,” ujar Baskara saat ditemui dalam ajang Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2026 di Ciputra Artpreneur, Jakarta, Rabu (4/11/2026).

Pelantun lagu-lagu Hindia tersebut menjelaskan, berbagai pernyataan yang disampaikannya dalam beberapa waktu terakhir merupakan ekspresi wajar sebagai warga negara yang merespons situasi di sekitarnya.

Ia juga menilai, seorang seniman perlu memiliki empati terhadap kondisi masyarakat. Menurutnya, sulit membicarakan cinta dan kehidupan jika ruang publik justru semakin terbatas dan kebijakan yang diambil tidak berpihak kepada masyarakat.

“Saya rasa apa yang belakangan ini kawan-kawan lakukan melalui kesenian dan musik adalah hal yang sangat manusiawi. Itu respons yang sangat manusiawi dan lumrah, terutama sebagai orang yang punya empati,” katanya.

Sementara itu, Dipha Barus mengaku senang melihat semakin banyak musisi dari berbagai genre yang mulai berani menyampaikan pendapat dan keresahan mereka.

Menurut Dipha, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa kepedulian terhadap persoalan sosial tidak hanya datang dari satu kelompok musisi. Komunitas musik elektronik, DJ, hingga skena musik lainnya juga mulai menunjukkan sikap.

Ia mencontohkan keterlibatan sejumlah musisi dan DJ yang ikut menyuarakan keresahan masyarakat melalui berbagai platform.

Baskara menambahkan, penggunaan lagu-lagunya sebagai latar video demonstrasi maupun konten yang menyampaikan keresahan masyarakat merupakan hal yang sejalan dengan semangat musik itu sendiri.

“Di saat musik itu digunakan untuk menyuarakan hal yang sama dengan aplikasi musiknya, semangatnya sama. Saya rasa saya menemukan common ground dengan pendengar atau pengguna lagu-lagu tersebut,” tutur Baskara.

Keduanya juga menyinggung salam tiga jari yang kerap diperlihatkan musisi saat berada di hadapan publik. Menurut mereka, ekspresi tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan profesi sebagai seniman, tetapi juga identitas sebagai warga negara Indonesia.

“Sebelum menjadi seniman atau musisi, kami orang Indonesia dulu,” ujarnya.

Tags

Artikel Terkait

Terkini