Omar Daniel Dalami Karakter Suami Insecure dalam Sinetron Kesetiaan SCTV

- Kamis, 05/11/2026

Citraselebriti — Aktor Omar Daniel kembali menghiasi layar kaca lewat sinetron terbaru SCTV berjudul Kesetiaan. Dalam sinetron tersebut, Omar memerankan karakter Pram, seorang suami sekaligus ayah yang sangat mencintai keluarga, tetapi memiliki persoalan emosional dan rasa tidak percaya diri yang memengaruhi kehidupan rumah tangganya.

Omar Daniel menjelaskan, Pram merupakan sosok laki-laki pekerja keras yang menyayangi istri dan anaknya. Namun, di balik sikapnya tersebut, Pram memiliki sisi insecure atau rasa tidak aman terhadap dirinya sendiri. Kondisi itu dipengaruhi pengalaman dan kejadian tertentu yang membentuk kepribadiannya.

“Dia adalah sosok laki-laki yang insecure. Kayaknya enggak percaya sama dirinya sendiri. Tapi, enggak percaya sama diri sendiri itu juga pasti ada sebabnya karena sebuah kejadian, karena sebuah hal,” ujar Omar Daniel dalam wawancara virtual bersama SCTV di Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Menurut Omar, karakter Pram cukup menantang karena memiliki persoalan psikologis yang harus digali lebih dalam. Selain sulit mengendalikan emosi, Pram juga terus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik, meskipun kerap menghadapi berbagai kendala dan konflik.

Omar menilai, Kesetiaan menawarkan cerita yang berbeda karena tidak hanya mengangkat persoalan rumah tangga, tetapi juga memperlihatkan latar belakang psikologis setiap karakter.

“Menurut aku berbeda aja dari cerita-cerita yang lain. Menarik karena ada unsur psikologisnya juga. Ada pesan yang ingin disampaikan oleh karakter ini kepada penonton,” katanya.

Ia menambahkan, sinetron tersebut menggambarkan kehidupan pernikahan dengan berbagai persoalan yang dekat dengan kenyataan. Salah satunya mengenai pentingnya menjaga komunikasi dan berhati-hati ketika ada orang lain yang masuk ke dalam kehidupan pribadi pasangan suami istri.

Dalam membangun karakter Pram, Omar mengaku banyak berdiskusi dengan sutradara maupun pemain senior, termasuk Muli, yang menjadi sosok panutan sekaligus rekan kerja yang dihormatinya.

Suasana syuting pun terasa menyenangkan karena ia kembali dipertemukan dengan sejumlah rekan yang sudah dikenalnya, seperti Anggika Bolsterli dan Kyo. Ia juga mengaku banyak melakukan diskusi untuk menyamakan persepsi mengenai karakter dan emosi yang harus ditampilkan.

“Jadi banyak sharing juga sama Bang Muli, kayak penginnya karakter ini mau dibangun seperti apa. Jadi banyak sharing,” tuturnya.

Omar mengakui, memerankan Pram membutuhkan energi ekstra. Pasalnya, karakter tersebut cukup sering memperlihatkan ledakan emosi, mulai dari marah-marah, menangis, hingga meluapkan kekesalan dengan memecahkan barang.

Ia bahkan menyadari kemungkinan penonton akan memberikan komentar negatif terhadap karakter Pram karena sikapnya yang terkadang menyebalkan dan perkataannya yang kurang menyenangkan.

Namun, Omar memilih menerima respons tersebut secara positif. Baginya, komentar penonton bisa menjadi bahan evaluasi sekaligus tanda bahwa karakter yang dibawakannya berhasil menyampaikan emosi kepada pemirsa.

“Aku ambil positifnya aja pastinya. Selain itu, bisa jadi masukan untuk aku pribadi juga sebagai bentuk bahwa mungkin apa yang aku sampaikan, apa yang aku usahakan untuk bisa disampaikan ke penonton, bisa tersampaikan dengan baik,” ungkapnya.

Omar juga mengungkapkan, proses pendalaman karakter dilakukan sejak tahap reading. Ia bersama pemain lain berusaha menyatukan emosi, menentukan intensitas adegan, hingga menyepakati reaksi masing-masing sebelum memasuki lokasi syuting.

Menurutnya, adegan dengan emosi tinggi membutuhkan persiapan khusus agar setiap ekspresi dan reaksi dapat tersampaikan secara maksimal.

Sementara itu, Omar memberikan sedikit bocoran mengenai salah satu adegan spesial yang mengambil lokasi syuting di kawasan Apurva Kempinski. Ia menyebut adegan tersebut memiliki konsep menarik dan dikemas dengan suasana mewah.

Lebih jauh, Omar berharap penonton tidak hanya melihat Pram sebagai sosok suami yang mudah marah. Sebab, ada latar belakang konflik dan persoalan pribadi yang menjadi penyebab munculnya sikap insecure, stres, serta ledakan emosinya.

Melalui karakter tersebut, penonton juga diajak memahami bagaimana persoalan komunikasi, kesalahan dalam hubungan, dan kehadiran orang ketiga dapat memengaruhi keharmonisan rumah tangga.

“Jadi banyak insight yang bisa disampaikan ke penonton,” pungkas Omar Daniel.

Tags

Artikel Terkait

Terkini