• Selasa, 14/07/2026

Dari Dukun Digital hingga Kurir Paket, Dinna Jasanti Ciptakan Horor Modern di Paket Santet

- Senin, 13/07/2026
Dari Dukun Digital hingga Kurir Paket, Dinna Jasanti Ciptakan Horor Modern di Paket Santet
Teror Paket Santet

Citraselebriti– Sutradara Dinna Jasanti mengungkapkan pengalaman pertamanya menggarap film horor melalui Paket Santet, yang resmi meluncurkan poster dan trailer di CGV FX Sudirman, Jakarta, Senin (13/7). Film ini menghadirkan konsep horor modern yang memadukan mitologi santet dengan fenomena paket belanja online yang kini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

Dinna mengaku tertarik menerima tantangan menyutradarai film horor setelah berdiskusi bersama tim BASE Entertainment. Ia ingin menghadirkan sajian horor yang berbeda sekaligus relevan dengan kehidupan sehari-hari.

“Awalnya kami berdiskusi ingin membuat horor yang menarik. Saat itu saya sempat melihat fenomena jasa dukun digital di media sosial. Dari situ muncul gagasan bahwa sekarang paket sangat mudah masuk ke rumah, sehingga muncul ide bagaimana jika paket tersebut justru menjadi media pembawa kutukan,” ujarnya.

Menurut Dinna, ide tersebut semakin terasa dekat karena suara kurir yang mengantarkan paket hampir setiap hari menjadi bagian dari rutinitas masyarakat. Hal itulah yang kemudian dijadikan pintu masuk cerita dalam Paket Santet.

Dalam film ini, teror dimulai ketika sebuah paket diterima dan dibuka oleh pemiliknya. Tanpa disadari, paket tersebut menjadi medium yang membawa kutukan mematikan.

Dinna menjelaskan setiap karakter dalam film memiliki pengalaman kutukan yang berbeda. Karena itu, ia melakukan pendekatan khusus kepada para pemain agar masing-masing mampu menampilkan karakter dan respons yang beragam ketika diteror.

“Setiap karakter punya cara menghadapi kutukan yang berbeda. Ada yang lebih usil, lebih dramatis, bahkan melodramatis. Tetapi pada akhirnya semuanya harus bermuara pada horor. Tugas saya adalah membuat penonton terus merasa karakter-karakter ini dikejar oleh kutukan yang tidak bisa mereka hindari,” katanya.

Film yang ditujukan untuk penonton usia 13 tahun ke atas ini tidak hanya mengandalkan adegan kekerasan visual, tetapi juga membangun atmosfer mencekam melalui suasana, ketegangan psikologis, dan ancaman yang terus menghantui para tokohnya.

Salah satu elemen unik dalam Paket Santet adalah kemunculan kawanan tawon sebagai medium kutukan. Dinna mengungkapkan, ide tersebut muncul setelah berdiskusi dengan konsultan yang memahami mitologi santet.

Alih-alih menggunakan hewan yang umum muncul dalam film horor seperti ular atau kelabang, tim produksi memilih tawon dengan desain khusus melalui efek visual. Tawon dalam film dibuat berukuran lebih besar, berwarna hitam keabu-abuan, dan memiliki sengat yang lebih menyeramkan untuk memperkuat kesan horor.

Ia juga mengakui proses produksi cukup menantang karena banyak memanfaatkan efek visual (CGI). Meski demikian, setiap adegan tetap diperagakan langsung oleh para pemain agar pergerakan kawanan tawon terlihat alami saat dipadukan dengan efek komputer.

Dinna menambahkan, pengalaman menggarap horor memberikan tantangan baru dibanding film-film drama yang selama ini ia sutradarai. Menurutnya, pendekatan emosional khas drama tetap dipertahankan, kemudian dipadukan dengan unsur horor sehingga menghasilkan pengalaman menonton yang berbeda.

“Di film ini saya tetap membawa pendekatan drama yang kuat, tetapi dilapisi dengan horor. Jadi penonton tidak hanya merasakan ketakutan, tetapi juga ikut terhubung secara emosional dengan para karakternya,” tuturnya.

Melalui Paket Santet, Dinna berharap penonton dapat merasakan ketegangan dari cerita yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, sekaligus menyadari bahwa sesuatu yang tampak biasa, seperti menerima paket, bisa menjadi awal dari teror yang tak terduga.

Tags

Artikel Terkait

Terkini