Jejak Peradaban Kuno Malaysia Terungkap, dari Lembah Bujang hingga Goa Prasejarah yang Penuh Misteri

- Selasa, 21/07/2026
 Jejak Peradaban Kuno Malaysia Terungkap, dari Lembah Bujang hingga Goa Prasejarah yang Penuh Misteri
kompleks candi Hindu-Buddha, pusat industri besi kuno

Citraselebriti– Malaysia ternyata menyimpan jejak peradaban kuno yang jauh lebih tua dari yang selama ini dikenal luas. Mulai dari kompleks candi Hindu-Buddha, pusat industri besi kuno, hingga gua berisi peti mati berbentuk perahu dan ratusan lukisan prasejarah, berbagai temuan arkeologi ini menunjukkan bahwa kawasan tersebut telah menjadi pusat perdagangan dan kebudayaan penting sejak ribuan tahun lalu.

Salah satu situs paling bersejarah adalah Lembah Bujang di negara bagian Kedah, di pesisir barat laut Malaysia. Di kawasan yang kini dikelilingi perkebunan kelapa sawit itu terdapat lebih dari 50 candi Hindu-Buddha yang dibangun antara abad ke-4 hingga abad ke-13.

Keberadaan prasasti berbahasa Sanskerta dan aksara Brahmi menjadi bukti kuat adanya hubungan dagang langsung antara kawasan tersebut dengan India kuno, jauh sebelum Islam masuk ke wilayah Nusantara. Para arkeolog juga meyakini sebagian besar kompleks candi tersebut masih belum diekskavasi.

Namun, warisan sejarah itu menghadapi ancaman serius. Pada 2013, salah satu candi di Lembah Bujang dilaporkan diratakan oleh alat berat untuk pembangunan kawasan perumahan sebelum sempat diteliti secara menyeluruh. Peristiwa tersebut memicu kekhawatiran bahwa banyak peninggalan bersejarah lainnya berpotensi hilang akibat pembangunan modern.

Tak jauh dari Lembah Bujang, di situs Sungai Batu, para arkeolog menemukan tungku peleburan besi kuno dan struktur buatan manusia yang diperkirakan menjadi salah satu bangunan tertua di Asia Tenggara. Temuan itu menunjukkan bahwa kawasan tersebut bukan hanya pusat keagamaan, tetapi juga pusat industri dan perdagangan besi yang memasok berbagai wilayah di kawasan.

Penelitian juga menemukan bahwa sejumlah candi utama di Lembah Bujang sengaja dibangun menghadap Gunung Jerai, yang sejak dahulu menjadi penanda penting bagi para pelaut. Selain itu, ditemukannya keramik asal China dan manik-manik kaca dari Timur Tengah membuktikan kawasan tersebut telah menjadi bagian dari jaringan perdagangan internasional sejak berabad-abad lalu.

Keunikan sejarah Malaysia juga terlihat di Gua Niah di Sarawak, Pulau Kalimantan. Di dalam ruang yang dikenal sebagai Painted Cave, ditemukan peti mati kayu berbentuk perahu yang diletakkan di atas rak-rak batu alami di dalam gua.

Bentuk peti mati tersebut diyakini melambangkan perjalanan arwah menuju alam baka. Di atasnya terdapat lukisan berwarna merah yang menggambarkan sosok manusia, hewan, dan perahu dengan pola yang hingga kini belum berhasil diartikan sepenuhnya oleh para peneliti. Lukisan tersebut diperkirakan telah bertahan lebih dari seribu tahun meski terus terpapar kondisi alam gua.

Temuan menarik lainnya berasal dari Gua Tambun di Perak. Situs yang pertama kali didokumentasikan pada 1959 itu awalnya diperkirakan hanya memiliki puluhan lukisan prasejarah. Namun, berkat teknologi pencitraan digital modern pada dekade 2010-an, para peneliti berhasil mengidentifikasi lebih dari 600 gambar yang sebelumnya tidak terlihat oleh mata telanjang.

Sebagian besar gambar tersebut berupa pola geometris dan simbol abstrak yang hingga kini belum diketahui maknanya. Usia lukisan pun masih menjadi perdebatan, dengan berbagai penelitian memperkirakan usianya berkisar antara 2.000 hingga 12.000 tahun.

Sementara itu, di Negeri Sembilan, para peneliti telah mengidentifikasi lebih dari 300 situs megalit yang dikenal masyarakat setempat sebagai Batu Hidup. Batu-batu granit setinggi dua hingga delapan kaki itu sebelumnya diyakini sebagai penanda makam kuno.

Namun, penggalian arkeologi justru tidak menemukan kerangka manusia maupun benda pemakaman di sejumlah lokasi. Kondisi tersebut memunculkan dugaan bahwa batu-batu tersebut memiliki fungsi lain yang hingga kini masih menjadi misteri.

Fenomena “batu hidup” sendiri diduga berasal dari proses alam. Seiring terkikisnya tanah oleh hujan selama ratusan tahun, bagian batu yang tertanam perlahan muncul ke permukaan sehingga tampak semakin tinggi. Kandungan silika pada granit juga menyebabkan batu memantulkan cahaya bulan sehingga memunculkan berbagai legenda di masyarakat.

Di situs Pengkalan Kempas, ditemukan tiga megalit unik yang dijuluki “pedang”, “kemudi”, dan “sendok”. Batu-batu tersebut dihiasi ukiran makhluk mitologi, bahkan salah satunya memiliki tulisan “Allah” dalam aksara Jawi yang dipahat berabad-abad setelah batu itu pertama kali didirikan, menunjukkan adanya lapisan sejarah dan kepercayaan yang terus berkembang dari masa ke masa.

Berbagai temuan tersebut memperlihatkan bahwa Malaysia menyimpan warisan arkeologi yang sangat kaya dan masih menyisakan banyak misteri. Para peneliti meyakini masih banyak situs kuno yang belum terungkap, sehingga penelitian lebih lanjut menjadi penting untuk menjaga sekaligus memahami sejarah panjang peradaban di kawasan Asia Tenggara.

Tags

Artikel Terkait

Terkini