• Selasa, 28/07/2026

Framework Laptop 13 Pro Hadirkan Konsep Modular Premium, Siap Jadi Penantang MacBook Pro untuk Pengguna Linux

- Selasa, 28/07/2026
Framework Laptop 13 Pro Hadirkan Konsep Modular Premium, Siap Jadi Penantang MacBook Pro untuk Pengguna Linux
Framework Laptop 13 Pro

CITRASELEBRITI – Framework kembali memperkenalkan inovasi terbarunya melalui Framework Laptop 13 Pro, sebuah laptop modular premium yang dirancang untuk menghadirkan performa tinggi sekaligus kemudahan perbaikan dan peningkatan komponen. Produk terbaru ini disebut-sebut sebagai langkah terbesar Framework dalam mewujudkan laptop modular yang mampu bersaing dengan perangkat premium di pasaran.

Framework bahkan menyebut Laptop 13 Pro sebagai “MacBook Pro untuk pengguna Linux”, menggabungkan desain premium dengan filosofi keterbukaan, kemudahan upgrade, dan hak pengguna untuk memperbaiki perangkat mereka sendiri.

Berbeda dengan laptop konvensional yang sebagian besar komponennya sulit diganti, Framework Laptop 13 Pro menawarkan sistem modular yang memungkinkan pengguna mengganti berbagai komponen dengan mudah, mulai dari port konektivitas, keyboard, layar, baterai, SSD, hingga motherboard.

Salah satu keunggulan utamanya adalah sistem Expansion Card, yang memungkinkan pengguna memilih sendiri konfigurasi port sesuai kebutuhan. Modul seperti USB Type-C, HDMI, DisplayPort, Ethernet, microSD, hingga pembaca kartu SD dapat dipasang atau dilepas hanya dalam hitungan detik.

Dari sisi desain, Framework Laptop 13 Pro tampil premium dengan bodi berbahan CNC aluminiumberwarna hitam doff yang memberikan kesan elegan sekaligus mampu mengurangi bekas sidik jari. Ketebalannya juga hampir setara dengan MacBook Pro 14 inci, dilengkapi keyboard backlit berukuran penuh, trackpad haptic berukuran besar, serta sensor sidik jari.

Framework juga mempertahankan konsep personalisasi. Pengguna dapat mengganti input cover, bezel layar, hingga warna keyboard hanya menggunakan obeng khusus yang telah disertakan dalam paket penjualan.

Laptop ini dibekali layar beresolusi 2880 x 1920 piksel dengan rasio 3:2, panel anti-glare, dukungan layar sentuh, serta cakupan warna penuh sRGB. Rasio layar tersebut dinilai lebih ideal untuk produktivitas karena memberikan ruang vertikal lebih luas saat membaca dokumen maupun menulis kode pemrograman.

Di sektor performa, Framework Laptop 13 Pro tersedia dengan prosesor Intel Core Ultra Series 3, termasuk varian Ultra X7, dipadukan RAM LPDDR5X hingga 32 GB, SSD PCIe Gen 5 berkapasitas 1 TB, serta baterai 74 Wh yang lebih besar dibanding generasi sebelumnya. Seluruh komponen tersebut tetap dapat diganti maupun ditingkatkan di kemudian hari.

Laptop ini diklaim mampu menangani berbagai aktivitas produktivitas seperti pengolahan dokumen, email, aplikasi kolaborasi, hingga pekerjaan kreatif ringan. Grafis terintegrasinya juga cukup mumpuni untuk memainkan gim ringan.

Framework menawarkan pilihan sistem operasi Linux maupun Windows 11, meski perusahaan lebih menonjolkan pengalaman Linux sebagai salah satu nilai jual utama. Dukungan terhadap berbagai aplikasi produktivitas dan pengembangan perangkat lunak membuat laptop ini menyasar kalangan profesional, programmer, hingga pengguna yang menginginkan alternatif selain ekosistem Windows.

Meski demikian, perangkat ini masih memiliki beberapa kekurangan. Kualitas speaker dinilai belum mampu menyamai laptop premium lain di kelasnya, sementara kamera web 1080p dianggap menghasilkan gambar yang kurang memuaskan dalam kondisi pencahayaan tertentu. Namun Framework tetap menyematkan sakelar fisik untuk mematikan kamera maupun mikrofon demi meningkatkan privasi pengguna.

Salah satu nilai tambah terbesar Framework adalah komitmennya terhadap keberlanjutan produk. Perusahaan memastikan pengguna laptop Framework generasi lama tetap dapat membeli motherboard terbaru dan memasangnya pada perangkat lama, sehingga masa pakai laptop dapat diperpanjang tanpa harus membeli perangkat baru secara keseluruhan.

Dengan filosofi modular tersebut, Framework meyakini nilai sesungguhnya dari Laptop 13 Pro baru akan terasa setelah digunakan dalam jangka panjang. Ketika pengguna membutuhkan peningkatan performa atau penggantian komponen yang rusak, mereka cukup mengganti bagian tertentu tanpa harus membeli laptop baru, menjadikannya salah satu konsep laptop paling inovatif di pasar saat ini.

Tags

Artikel Terkait

Terkini