Rangga Azof dan Febby Rastanty Ungkap Chemistry Lama hingga Konflik Karakter di Sinetron Biarkan Hati Bicara

- Rabu, 05/08/2026
 Rangga Azof dan Febby Rastanty Ungkap Chemistry Lama hingga Konflik Karakter di Sinetron Biarkan Hati Bicara
Rangga Azof dan Febby Rastanti

Citraselebriti – Kedekatan para pemain menjadi salah satu kekuatan yang membangun chemistry dalam sinetron Biarkan Hati Bicara yang tayang di SCTV. Rangga Azof dan Febby Rastanty mengaku proses syuting terasa lebih mudah karena mereka telah saling mengenal sejak sekitar satu dekade lalu.

Febby Rastanty mengungkapkan bahwa dirinya, Rangga Azof, dan Rendy pernah terlibat dalam satu proyek sinetron sebelumnya, meski saat itu tidak dipasangkan sebagai lawan main.

“Kita sudah pernah syuting sekitar sembilan sampai sepuluh tahun yang lalu. Memang enggak pernah dipasangin bareng, tapi karena pernah syuting dalam waktu yang cukup lama, jadi sudah saling kenal. Buat bangun chemistry juga enggak canggung lagi. Kalau ada masukan soal adegan, kita bisa langsung ngobrol,” ujar Febby dalam wawancara virtual SCTV dari Jakarta, Rabu (5/8).

Suasana di balik layar pun jauh berbeda dengan konflik yang ditampilkan di depan kamera. Menurut para pemain, lokasi syuting justru dipenuhi suasana tenang.

“Kalau di adegan kan kita heboh, teriak-teriak, berantem. Tapi aslinya di ruang tunggu malah sunyi, tenang, kayak lagi meditasi,” kata Rangga Azof.

Dalam kesempatan itu, Rangga juga menjelaskan sisi emosional karakter Vico yang diperankannya. Ia mengatakan Vico tumbuh bersama sang ayah, tetapi nilai-nilai kasih sayang dalam dirinya berasal dari sang ibu.

“Dia sebenarnya penyayang karena sangat mengidolakan ibunya. Karakternya dibentuk oleh ibunya, walaupun dia besar bersama bapaknya. Makanya ada beberapa adegan ketika melihat Arina kesusahan, sisi kasih sayang dari ibunya seperti terpanggil untuk membantu,” jelas Rangga.

Meski demikian, Vico tetap menyimpan amarah terhadap Arina. Menurut Rangga, rasa kesal itu muncul karena perhatian sang ayah lebih banyak tertuju kepada Reno, sementara Vico merasa hanya ibunya yang benar-benar memperhatikannya.

“Setelah ibunya pergi, dia berharap mendapatkan perhatian dari bapaknya, tapi justru perhatian itu lebih banyak ke Reno. Itu yang membuat Vico semakin kesal,” tuturnya.

Sementara itu, Febby Rastanty menilai kisah dalam Biarkan Hati Bicara juga menyimpan pesan moral bagi penonton. Menurutnya, setiap orang memiliki jalan hidup yang telah ditentukan sehingga tidak seharusnya menyalahkan takdir ataupun memaksakan sesuatu yang bukan menjadi miliknya.

“Kalau aku yang bisa dipetik dari cerita ini adalah kita enggak boleh menghardik atau menyalahkan seseorang karena setiap orang punya jalan hidup masing-masing. Apa pun yang menjadi takdir kita, jangan menyalahkan takdir dan jangan memaksakan sesuatu yang memang bukan milik kita,” ujar Febby.

Rangga Azof menambahkan bahwa hubungan Vico dan Arina yang dipenuhi pertengkaran justru menjadi daya tarik tersendiri bagi penonton. Menurutnya, karakter Vico pada dasarnya memiliki fondasi pribadi yang baik karena dibesarkan oleh sosok ibu yang penuh kasih sayang hingga usia tujuh tahun.

“Makanya penonton gemas. Walaupun mereka sering berantem, sebenarnya Vico itu secara alamiah orang yang baik karena fondasi hidupnya dibangun oleh ibunya yang penyayang,” pungkas Rangga.

Tags

Artikel Terkait

Terkini