Citraselebriti - Aktris Anna Faris berbicara terbuka mengenai pengalaman pribadinya menjalani peran sebagai seorang ibu. Bintang film Scary Movie tersebut mengaku pernah merasa tidak sepenuhnya cocok dengan lingkungan para ibu dari teman-teman anaknya.
Dalam sebuah wawancara, Anna Faris mengungkapkan bahwa menjadi seorang ibu bukan sesuatu yang sejak awal ia yakini akan mampu dijalani dengan mudah. Ia bahkan sempat mempertanyakan apakah dirinya memang benar-benar cocok untuk menjalankan peran sebagai seorang ibu.
Keraguan tersebut semakin terasa ketika putranya mulai beranjak remaja. Faris menyadari bahwa sang anak ternyata mengetahui dan memahami jauh lebih banyak daripada yang selama ini ia bayangkan.
Meski demikian, Faris mengaku bangga melihat perkembangan putranya. Ia menilai sang anak memiliki rasa keadilan yang kuat dan merupakan sosok yang sangat menarik untuk dipahami.
Faris juga menyebut dirinya sebagai seorang ibu yang lebih matang dan merasa sangat beruntung dapat memiliki seorang anak laki-laki yang menurutnya luar biasa dan penuh rasa ingin tahu.
Namun, perjalanan sebagai ibu tidak selalu membuatnya merasa percaya diri. Faris mengaku terkadang merasa berbeda ketika berada di lingkungan para orang tua dari teman-teman anaknya.
Ia bahkan pernah merasa seolah-olah melakukan sesuatu dengan cara yang salah ketika berinteraksi dengan kelompok tersebut. Perasaan itu membuatnya bertanya-tanya apakah dirinya sudah menjalankan peran sebagai ibu dengan baik.
“Aku harap aku sudah melakukannya dengan baik. Aku tidak tahu apakah memang begitu,” ungkap Faris dalam wawancara tersebut.
Di sisi lain, Faris juga berbicara mengenai pengalamannya bekerja bersama sejumlah aktris perempuan. Ia mengaku selama ini tidak selalu merasa mudah membangun persahabatan dengan perempuan karena dirinya menganggap dirinya sebagai sosok yang canggung.
Pengalaman bekerja bersama Isla Fisher, Michelle, dan Leslie justru memberikan perspektif baru baginya. Faris merasa beruntung dapat menghabiskan waktu bersama perempuan-perempuan yang ia kagumi dan mendapatkan dukungan satu sama lain.
Faris secara khusus menggambarkan kedekatannya dengan Isla Fisher sebagai hubungan yang saling mendukung. Ia merasa dapat membangun persahabatan dengan prinsip bahwa mereka akan saling menjaga dan berada di pihak satu sama lain.
Sementara itu, Michelle disebut Faris sebagai sosok yang menjadi salah satu pilar dalam kelompok tersebut. Ia juga memuji Leslie sebagai pemimpin yang mampu menyatukan orang-orang dan memberikan dukungan kepada rekan-rekannya.
Menurut Faris, pengalaman tersebut terasa istimewa karena ia tumbuh pada era ketika perempuan dalam film komedi kerap digambarkan saling berkompetisi. Karena itu, bisa bekerja dalam lingkungan yang justru memperlihatkan persahabatan dan dukungan antarsesama perempuan menjadi sesuatu yang sangat berarti baginya.
Pengakuan tersebut memperlihatkan sisi lain Anna Faris di luar kariernya sebagai aktris. Ia tidak hanya berbicara tentang dunia perfilman, tetapi juga mengenai proses belajar menjadi ibu, menghadapi rasa tidak percaya diri, serta menemukan lingkungan yang membuatnya merasa diterima dan didukung.
Artikel Terkait
“HEART OF WOMAN” Hadirkan Semangat Perempuan untuk Bangkit dan Menaklukkan Panggung
Anna Faris Ungkap Alasan Pernah Merasa Tak Cocok dengan Lingkungan Para Ibu
NOIR3LLA Rilis “TALK”, Lagu Penuh Percaya Diri tentang Sorotan dan Omongan di Media Sosial
Adrià Egea Tampilkan Koleksi Penuh Karakter di Mercedes-Benz Fashion Week Madrid