Citraselebriri— Pertarungan robot humanoid di China mencuri perhatian setelah salah satu robot mengalami kerusakan parah hingga kepalanya terlepas dari tubuh. Meski kehilangan kepala dan kamera, robot tersebut tetap mampu berdiri serta melancarkan pukulan ke lawannya.
Peristiwa itu terjadi dalam ajang Ultimate Robot Knockout Legend (URKL) yang digelar di Shenzhen, China, pada Juli 2026. Kompetisi ini disebut sebagai salah satu ajang pertarungan robot humanoid terbesar yang mempertemukan puluhan tim dengan robot yang menggunakan model T800.
Robot T800 memiliki tinggi sekitar 1,73 meter dengan bobot 75 kilogram. Bentuknya menyerupai manusia dengan puluhan sendi yang memungkinkan robot melakukan berbagai gerakan seperti berjalan, meninju hingga melakukan tendangan.
Pada pertandingan pembuka, dua robot bernama White Eagle dan Matador saling berhadapan. Pertarungan berlangsung agresif dengan berbagai pukulan dan tendangan.
Di tengah pertandingan, salah satu robot menerima hantaman keras hingga bagian kepalanya terlepas dari leher. Kepala robot tersebut sempat masih tergantung pada kabel sebelum akhirnya jatuh sepenuhnya.
Menariknya, robot itu tidak langsung berhenti. Tanpa kepala dan kamera, tubuh robot masih mampu menjaga keseimbangan dan terus melancarkan serangan.
Meski tampak seperti mengalami kekalahan, hasil pertandingan justru menunjukkan hal berbeda. Matador dinyatakan menang dengan skor 3-2. Penilaian juri tidak hanya berdasarkan robot mana yang terakhir berdiri, tetapi juga mempertimbangkan keseimbangan, kontrol tenaga, strategi serta kemampuan bangkit setelah terjatuh.
Robot yang rusak tersebut bahkan diperbaiki dengan memasang kepala baru agar dapat kembali bertanding pada babak berikutnya.
Otak Robot Berada di Bagian Dada
Kemampuan robot tetap bergerak meski kehilangan kepala ternyata berkaitan dengan desain teknologinya. Berbeda dengan manusia, komputer utama T800 tidak ditempatkan di bagian kepala.
Sistem komputer, pengendali keseimbangan dan sejumlah sensor penting berada di dalam bagian dada. Sementara itu, kepala lebih banyak berfungsi sebagai tempat kamera dan perangkat untuk membantu robot melihat lingkungan.
Karena itu, ketika kepala terlepas, robot memang kehilangan kemampuan melihat, tetapi sistem pengendali gerakan dan keseimbangannya masih tetap bekerja.
Sensor pada tubuh robot dapat mendeteksi posisi lengan dan kaki, sekaligus mengetahui apakah tubuh sedang miring atau akan terjatuh. Teknologi tersebut memungkinkan robot tetap bergerak meski tanpa bantuan penglihatan.
Sistem keseimbangannya juga dilatih melalui simulasi komputer dalam jumlah sangat besar. Robot dilatih menghadapi berbagai skenario jatuh agar mampu kembali berdiri dalam waktu singkat.
Dirancang untuk Menahan Benturan
T800 memiliki 29 sendi pada tubuh dan tujuh sendi tambahan pada masing-masing tangan. Struktur tubuhnya menggunakan material aluminium ringan dan kuat yang diklaim memiliki karakteristik serupa material yang digunakan pada industri penerbangan.
Robot tersebut juga dilengkapi sistem pendingin untuk menjaga motor tetap bekerja ketika digunakan dalam waktu lama. Baterainya dapat diganti sehingga robot tidak harus menunggu terlalu lama untuk kembali beroperasi.
Untuk mendukung penglihatan, T800 menggunakan kamera serta sensor laser. Sementara motor pada bagian lengan dirancang menghasilkan torsi hingga sekitar 450 Newton meter.
Teknologi tersebut memungkinkan robot merespons gerakan dengan sangat cepat untuk melakukan serangan maupun menghindar.
Tidak Sepenuhnya Dikendalikan AI
Meski kerap disebut sebagai pertarungan robot otonom, sistem pertandingan pada tahap awal belum sepenuhnya menggunakan kecerdasan buatan yang bekerja tanpa campur tangan manusia.
Aturan pertandingan memang melarang manusia masuk ke arena untuk mengangkat atau memperbaiki robot ketika pertandingan berlangsung. Namun, pada sejumlah pertandingan, robot masih dapat dikendalikan operator dari luar arena menggunakan perangkat pengendali.
Operator tersebut bekerja seperti pilot drone dengan memberikan perintah gerakan secara langsung.
Penyelenggara sendiri disebut memiliki target untuk mengembangkan robot yang pada akhirnya mampu mengambil keputusan dan bertarung secara mandiri.
Sebanyak 32 tim yang berpartisipasi datang dari berbagai latar belakang, mulai dari laboratorium pendidikan, perusahaan rintisan hingga perusahaan teknologi besar. Masing-masing tim mengembangkan strategi berbeda, baik dengan gaya menyerang agresif maupun bertahan dan menunggu kesempatan melakukan serangan balik.
Hadiah Mencapai Rp20 Miliar Lebih
Besarnya perhatian terhadap kompetisi ini juga tidak lepas dari hadiah yang ditawarkan. Tim pemenang disebut berhak mendapatkan sabuk juara berbahan emas dengan nilai sekitar 10 juta yuan, atau sekitar 1,44 juta dolar AS.
Antusiasme penonton juga disebut sangat besar. Penyelenggara mengklaim acara tersebut mampu menarik lebih dari 320 juta penonton dalam 72 jam, sementara video pertarungan robot tanpa kepala telah ditonton lebih dari 400 juta kali.
Ajang tersebut bahkan menarik perhatian figur terkenal dari dunia perfilman bela diri yang hadir langsung di arena.
Engine AI dan Ambisi Besar Robot Humanoid
Di balik ajang tersebut terdapat perusahaan teknologi asal Shenzhen, Engine AI, yang berkembang menjadi salah satu pemain dalam industri robot humanoid.
Perusahaan tersebut disebut memiliki fasilitas produksi sekitar 12.000 meter persegi. Satu unit T800 diklaim dapat diproduksi dalam waktu sekitar 15 menit, dengan setiap robot harus melewati puluhan pemeriksaan kualitas dan simulasi sebelum dikirim.
Engine AI juga disebut menargetkan kapasitas produksi hingga 10.000 robot per tahun.
Sebelum T800, perusahaan tersebut telah mengembangkan sejumlah model seperti SA01 dan SE01. Mereka juga mengembangkan PM01 yang dikenal karena mampu melakukan gerakan salto ke depan.
Selain robot humanoid, perusahaan tersebut mengembangkan robot berkaki empat untuk mengangkut beban serta robot layanan beroda.
Bukan Sekadar Pertarungan
Pertarungan robot ternyata bukan hanya ditujukan sebagai hiburan. Arena tersebut menjadi semacam laboratorium terbuka untuk menguji kemampuan robot menghadapi situasi ekstrem.
Setiap pukulan, tendangan, benturan dan kejatuhan memberikan data yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan robot.
Teknologi keseimbangan yang diuji dalam pertandingan, misalnya, dapat berguna ketika robot nantinya bekerja di lingkungan rumah. Robot harus mampu menghadapi situasi ketika tersenggol manusia, tersandung karpet atau kehilangan keseimbangan.
Namun, perjalanan menuju robot rumah tangga yang benar-benar mandiri masih panjang. Salah satu tantangan terbesar adalah pengembangan tangan robot yang mampu memegang benda dengan tingkat ketelitian seperti tangan manusia.
Jika dalam pertandingan robot hanya perlu mengepalkan tangan, robot rumah tangga harus mampu memegang gelas tanpa menjatuhkannya, melipat pakaian, atau memegang benda rapuh tanpa merusaknya.
Target Penggunaan di Dunia Nyata
Engine AI disebut tidak menjadikan militer atau kepolisian sebagai fokus utama. Perusahaan lebih mengarahkan teknologi tersebut untuk penggunaan sipil, termasuk keamanan privat.
Robot humanoid berpotensi digunakan sebagai penjaga gedung, pendamping keamanan atau perlindungan bagi individu tertentu.
Dengan kemampuan bekerja dalam waktu panjang tanpa merasa lelah, robot dapat menjalankan tugas pengawasan secara terus-menerus.
Perusahaan juga memiliki visi agar robot humanoid dapat digunakan di rumah dalam satu dekade mendatang. Mereka bahkan memandang industri robot berpotensi berkembang menjadi salah satu sektor ekonomi terbesar di dunia.
Pada akhirnya, arena pertarungan robot bukan sekadar tempat mesin saling menghantam. Di balik setiap pukulan terdapat proses pengujian teknologi yang dirancang untuk membuat robot semakin kuat, seimbang dan mampu menghadapi kondisi dunia nyata.
Pertarungan robot di Shenzhen pun menjadi gambaran bahwa teknologi humanoid mulai bergerak dari laboratorium menuju ruang publik. Robot yang hari ini terlihat seperti mesin pertandingan, bukan tidak mungkin suatu hari akan hadir sebagai pekerja, penjaga, atau asisten di rumah manusia.
Artikel Terkait
Nissan Sentra SR Tampil Sporty, Intip Desain dan Interiornya
Teknologi Militer Canggih yang Mengubah Medan Pertempuran Modern
Bremy Achizar Ramadhani Ungkap Pencemaran Nama Baik dan Ancaman dari Lisa Mariana
Kuasa Hukum Sunan Kalijaga Somasi Lisa Mariana Terkait Dugaan Wanprestasi Endorsement Rp128 Juta