Ajil Ditto Bahagia Bisa Bermain Bersama Anak Disabilitas di Film Istimewa

- Senin, 07/09/2026

Citraselebriti— Aktor Ajil Ditto mengungkap pengalaman berbeda saat terlibat dalam film Istimewa. Dalam film garapan sutradara Ruben Adrian dan produksi Kairos Film tersebut, Ajil beradu akting dengan sejumlah anak disabilitas dari Yayasan Ayah Mans, Yayasan Istimewa, dan Rumah Istimewa.

Ajil mengaku senang bisa bekerja sama dengan para pemain tersebut. Menurutnya, mereka memiliki kemampuan yang tidak kalah dengan pemain profesional dan mampu menjalankan karakter sesuai kebutuhan setiap adegan.

“Happy sih bisa kerja bareng sama teman-teman dari Yayasan Ayah Mans, Yayasan Istimewa, dari Rumah Istimewa. Keren-keren banget mainnya. Happy selama syuting di sini,” ujar Ajil Ditto saat ditemui di Epicentrum, Jakarta Selatan, Senin (7/9/2026).

Dalam film Istimewa, Ajil berperan sebagai sosok yang bertugas menjaga dan mendampingi anak-anak tersebut. Ia mengaku tidak menemukan kesulitan berarti selama menjalani proses syuting, meski ini menjadi pengalaman pertamanya bermain film bersama anak-anak disabilitas.

“Ini pertama kalinya mereka main film. Aku enggak nyangka kalau ternyata enggak ada kesulitan. Mereka benar-benar bisa memainkan semua karakternya dengan baik, tahu job mereka apa di tiap scene,” tuturnya.

Ajil juga memberikan apresiasi kepada tim coaching yang dipimpin Ferdi Sulaiman serta tim penyutradaraan yang dinilainya berhasil mengarahkan para pemain dengan baik.

“Big thanks buat tim coaching juga, Om Ferdi Sulaiman, dan tim directing, Bang Ruben. Bagus banget ngarahinnya, jadinya semuanya enggak ada yang kesulitan,” kata Ajil.

Sedikit membocorkan cerita film, Ajil menyebut Istimewa berkisah tentang enam anak istimewa yang melakukan perjalanan untuk mencari ayah mereka, yang diperankan oleh Ayamucus. Sang ayah dikisahkan tengah mengalami sakit.

“Kalau bocorannya tentang anak-anak istimewa yang pergi nyari ayahnya, yang diperanin sama Ayamucus, yang kebetulan lagi sakit. Jadi mereka pergi mencari ayahnya berenam. Hanya mereka berenam,” ungkapnya.

Proses syuting film Istimewa berlangsung selama sekitar 20 hari di sejumlah lokasi di Jawa Barat. Bagi Ajil, keputusan menerima tawaran bermain dalam film ini juga tidak membutuhkan pertimbangan panjang.

“Langsung senang aja. Enggak ada mikir dua kali karena memang penasaran main bareng sama teman-teman dari Yayasan Istimewa seperti apa. Jadi enggak ada kata-kata, langsung gas,” ujarnya.

Tak hanya saat berada di depan kamera, Ajil juga mengaku menikmati momen kebersamaan ketika proses syuting memasuki waktu istirahat. Ia menyebut para pemain bisa membangun kedekatan dan berbaur dengan baik.

“Saat break kita benar-benar bonding aja, nge-blend banget satu sama lain. Mereka juga karena semuanya sudah saling kenal dan mereka open banget ke orang luar, dan salah satu orang luarnya itu ya gue. Seru,” kata Ajil.

Para pemain juga sempat bertanya kepada Ajil mengenai dunia akting. Ia pun memberikan masukan berdasarkan pengetahuan dan pengalamannya.

“Mereka nanya-nanya akting itu gimana. Ya gue cuma ngasih tahu apa yang gue tahu sedikit-sedikit aja,” ungkapnya.

Ajil menilai pengalaman bermain dalam film Istimewa memberikan kesan positif. Ia juga mengaku kagum melihat kemampuan para pemain yang untuk pertama kalinya terlibat dalam produksi film.

Film Istimewa merupakan karya sutradara Ruben Adrian yang diproduksi oleh Kairos Film. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 17 September 2026.

Tags

Artikel Terkait

Terkini