Citraselebriti — ASUS memperkenalkan keluarga perangkat ProArt terbaru yang dirancang untuk memasuki era AI generatif dan AI agent. Perangkat ini mengandalkan platform NVIDIA RTX Sparkuntuk menghadirkan kemampuan AI secara lokal, mulai dari pembuatan konten hingga pengembangan aplikasi AI.
RTX Spark menggabungkan GPU NVIDIA Blackwell RTX dengan hingga 6.144 CUDA Core, CPU NVIDIA Grace 20-core, serta performa AI hingga 1 petaflop FP4. Platform tersebut juga menawarkan unified memory berkapasitas hingga 128GB untuk menjalankan model AI berukuran besar secara lokal.
Konsep AI lokal tersebut memungkinkan berbagai pekerjaan dilakukan langsung pada perangkat. Selain meningkatkan efisiensi token, pendekatan ini juga ditujukan untuk menjaga data sensitif tetap berada di perangkat dan mengurangi ketergantungan terhadap layanan cloud.
Keluarga ProArt RTX Spark hadir dalam dua bentuk utama, yakni laptop ProArt P16 dan P14 untuk kreator yang membutuhkan mobilitas, serta ProArt GR1X sebagai mini PC untuk kebutuhan AI dengan performa tinggi di meja kerja.
ProArt P16 dan P14
ProArt P16 dan P14 menggabungkan performa AI kelas workstation dengan desain yang lebih portabel.
ProArt P16 memiliki ketebalan 12,9 mm dan bobot 1,77 kg. Ukurannya disebut 14 persen lebih tipis dan 9 persen lebih ringan dibandingkan generasi sebelumnya, sekaligus menjadikannya laptop ProArt 16 inci paling tipis.
Sementara ProArt P14 memiliki ketebalan 13,9 mm dengan bobot 1,48 kg. Untuk menunjang aktivitas kreatif dalam waktu panjang, P16 dibekali baterai 99,9Wh, sedangkan P14 menggunakan baterai 90Wh.
Keduanya menggunakan layar ASUS Lumina Pro OLED dengan akurasi warna Delta E kurang dari 1 melalui kalibrasi pabrik. Layar tersebut menawarkan tingkat kecerahan HDR hingga 1.600 nits serta refresh rate 120Hz dengan dukungan VRR.
Lapisan anti-refleksi juga digunakan untuk membantu meningkatkan visibilitas di berbagai kondisi pencahayaan sekaligus mengurangi ketegangan mata ketika perangkat digunakan dalam waktu lama.
Dari sisi desain, ProArt P16 dan P14 tersedia dalam pilihan warna Nano Black dan Neo White. Keduanya memiliki finishing yang dirancang agar lebih tahan terhadap sidik jari dan noda.
Perangkat ini juga dilengkapi touchpad haptic berukuran besar, tiga port USB-C full-function, HDMI, serta card reader SD Express 7.0.
ASUS menyebut ProArt P16 dan P14 telah dirancang untuk melampaui standar ketahanan militer MIL-STD 810H.
ProArt GR1X
Untuk kebutuhan AI di meja kerja, ASUS memperkenalkan ProArt GR1X, sebuah mini PC dengan volume hanya 1,1 liter.
GR1X dirancang sebagai PC Windows untuk menjalankan personal AI agent secara lokal. Dengan dukungan RTX Spark, perangkat ini ditujukan untuk menjalankan berbagai pekerjaan AI dan kreatif secara berkelanjutan.
Sistem pendinginnya menggunakan arsitektur dual-fan dengan 218 bilah kipas dan sirip pendingin berukuran lebar. Konfigurasi tersebut dirancang untuk menjaga performa tetap stabil dalam penggunaan hingga 24 jam.
GR1X mendukung dua SSD dan unified memory hingga 128GB. Dari sisi konektivitas, perangkat ini memiliki Wi-Fi 7, LAN 10Gbps, serta dukungan hingga empat monitor 4K.
Desainnya mengusung karakter ProArt dengan pilihan warna Black dan Silver, dilengkapi finishing matte yang tahan terhadap sidik jari serta detail grille bersudut.
Ekosistem AI ProArt
ASUS juga memperkuat perangkat ProArt dengan ekosistem perangkat lunak berbasis AI.
Salah satunya adalah ComfyUI, workflow builder yang ditujukan untuk membantu kreator mengotomatisasi berbagai pekerjaan GenAI secara berulang.
Ada pula Hermes dari Nous Research, AI kreatif open-source yang dapat menjalankan tugas melalui aplikasi desktop, terminal, dan file lokal. Sistem tersebut memiliki fitur persistent memory, sandbox terisolasi, serta kemampuan pengembangan skill.
Melalui Hermes Skill, sistem ini juga dapat terhubung dengan ASUS MuseTree untuk kebutuhan pembuatan gambar dan video secara lokal menggunakan model AI seperti FLUX dan Wan.
ASUS turut menghadirkan Zenni Claw, asisten AI yang terintegrasi dengan aplikasi seperti MuseTree dan StoryCube untuk membantu produktivitas sehari-hari serta pengelolaan konten.
Melalui kombinasi perangkat keras RTX Spark, laptop ProArt, ProArt GR1X, dan ekosistem software AI tersebut, ASUS menempatkan lini ProArt sebagai perangkat yang ditujukan bagi kreator dan pengembang AI yang membutuhkan kemampuan komputasi lokal.
ProArt P16 dan P14 mengedepankan mobilitas, sementara GR1X menawarkan performa AI dalam bodi mini PC berukuran ringkas.
Artikel Terkait
First Love is Never Returned Rilis Album W.O.R.K.S., Angkat Fenomena Jasa Pengunduran Diri di Jepang
Marcel Darwin Jadi Cowok Sempurna di Film Naik Level, Modal Tampang Tapi Numpang
Dylan Carr. Terobses pada Maya hingga Kehilangan Logika di Sinetron Cinta Seluas Samudra
Davina Karamoy Dalami Peran Hair Stylist di Film Naik Level, Modal Tampang Tapi Numpang