Davina Karamoy Dalami Peran Hair Stylist di Film Naik Level, Modal Tampang Tapi Numpang

- Kamis, 08/10/2026

Citraselebriti — Aktris Davina Karamoy kembali terlibat dalam film komedi berjudul Naik Level, Modal Tampang Tapi Numpang. Dalam film produksi MVP Pictures yang diproduseri Raam Punjabi tersebut, Davina memerankan karakter Urhe, seorang hair stylist di Salon Jelita.

Davina menjelaskan, Uthe  merupakan perempuan berusia 24 tahun yang memiliki ambisi untuk mengembangkan Salon Jelita menjadi salon yang lebih besar dan mewah. Salon tersebut awalnya didirikan dari usaha kecil milik keluarganya.

“Peran aku itu sebagai Uthe. Umurnya 24 tahun dan dia seorang hair stylist di sebuah salon namanya Salon Jelita. Salon itu didirikan dari kecil, tapi semakin besar karena dia memang interest ke rambut dan beauty,” ujar Davina saat ditemui dalam acara syukuran film di gedung MVP, Jakarta Selatan, Kamis (8/10/2026).

Menurut Davina, Uthe  merupakan karakter yang ambisius, tetapi tetap memiliki sisi penyayang dan rendah hati. Ia juga dikenal mudah percaya kepada orang lain karena memiliki empati yang tinggi.

“Dia sangat ambisius, tapi caring banget. Dia yang paling caring, paling humble dan dekat dengan semua yang datang ke salon. Kelemahannya, Uthe  gampang banget percaya sama orang karena empatinya tinggi,” tuturnya.

Untuk mendalami karakter tersebut, Davina menjalani workshop khusus yang berkaitan dengan pekerjaan seorang hair stylist. Ia belajar mulai dari mencuci rambut, memijat kepala dan bahu, mengeringkan rambut, melakukan blow, hingga menggunting rambut.

“Workshop itu aku belajar dari nyuci rambut, keramasin orang, mijitin orang, tangan, kepala, bahu, terus belajar cara nge-blow. Yang paling susah menurut aku cara menggunting rambut,” katanya.

Latihan tersebut dilakukan secara langsung dengan orang yang menjadi model. Davina mengaku harus memahami teknik salon secara detail agar gerakannya terlihat natural ketika berada di depan kamera.

“Benar-benar lengkap banget aku belajar. Gunting, catok, nge-blow, ngeringin, pokoknya sedetail mungkin,” ujarnya.

Salah satu tantangan terbesar bagi Davina adalah ketika harus menggunakan beberapa peralatan salon secara bersamaan. Ia perlu terbiasa memegang hair dryer, gunting, dan sisir blow dengan koordinasi tangan yang tepat.

“Kalau untuk karakter Uthe  yang paling susah bagian gunting rambut. Dari megang guntingnya juga beda, enggak kayak kita menggunting kertas. Jadi aku belajar bagaimana cara gunting, pakai sisir blow, hair dryer, gunting, sisir dan semuanya,” jelasnya.

Meski film ini bergenre komedi, Davina mengatakan karakter Uthe  tidak secara khusus dibangun sebagai tokoh komedi. Unsur humor lebih banyak muncul melalui situasi dan interaksinya dengan karakter lain.

“Ute sebenarnya tidak membawakan komedi. Porsi komedinya tidak banyak. Lebih ke situasi dan interaksi aku dengan pemain lain. Jadi aku sendiri lumayan serius untuk karakter Uthe ,” ungkap Davina.

Dalam proses reading, para pemain juga didampingi konsultan komedi untuk membantu membangun adegan-adegan humor. Davina mengaku justru harus berusaha menahan tawa ketika menyaksikan improvisasi para pemain lain.

Selain kemampuan sebagai hair stylist, Davina juga mendapat tantangan lain melalui penggunaan dialek Betawi. Karakter Uthe  digambarkan sebagai perempuan yang tinggal dan bekerja di lingkungan salon kawasan gang.

“Dialek aku juga berubah. Dialek aku jadi Betawi banget. Karena karakter aku di salon yang berada di gang, enggak mungkin ngomongnya terlalu formal,” kata Davina.

Untuk membangun dialek tersebut, Davina banyak belajar dari lawan mainnya, termasuk Mamang Osa yang menurutnya memiliki pembawaan Betawi yang meyakinkan.

Davina juga menyiapkan perubahan penampilan untuk menyesuaikan diri dengan karakter Uthe. Setelah sebelumnya sempat tampil dengan rambut pendek dan poni dalam proyek film lain, kali ini ia akan melakukan perubahan pada rambutnya, termasuk mewarnai dan menggunakan extension.

“Di film ini aku akan mengecat rambut juga. Untuk pertama kalinya lagi setelah mungkin 10 tahun terakhir. Rambut aku kan biasanya hitam. Di sini aku setuju untuk ngecat rambut dan juga akan di-extension,” ujarnya.

Bagi Davina, perubahan fisik menjadi bagian penting dalam proses membangun karakter. Ia ingin setiap tokoh yang diperankan memiliki penampilan berbeda sehingga tidak terus diasosiasikan dengan karakter-karakter sebelumnya.

“Setiap karakter aku memang secara fisik juga berubah karena aku enggak mau orang melihat aku sebagai karakter aku sebelum-sebelumnya lagi,” katanya.

Naik Level, Modal Tampang Tapi Numpang disutradarai Ginanti Rona dengan skenario karya Alim Sudio. Film ini mempertemukan Davina Karamoy dengan sejumlah pemain, di antaranya Ummi Quary sebagai Minah, Arthada sebagai Eli, Nury Zhafira sebagai Intan, Galabby sebagai Ipeh, Aliando Syarief sebagai Pengki, Marcell Darwin sebagai Kiky, Fajar Nugra sebagai Ana, Bukie B. Mansyur sebagai Irfan, Mamang Osa sebagai Bram, Asyraf Jamal sebagai Fuad, Calvin Jeremy sebagai Upay, TJ Ruth sebagai Bik Munah, Syah Rio sebagai Reno, Ratu Felisha sebagai Liza, serta Abigail Lambert sebagai Hilda.

Tags

Artikel Terkait

Terkini