Citraselebriti — Tim kuasa hukum Sarwendah Tan, Simon Abraham dan Chris Sam Siwu, menyerahkan 102 bukti dalam sidang lanjutan gugatan hak asuh anak di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (28/10/2026).
Usai menjalani persidangan, Simon Abraham menjelaskan, 102 bukti tersebut terdiri dari 70 surat, sembilan video, dan 23 foto. Bukti-bukti itu diajukan untuk memperkuat posisi Sarwendah sebagai tergugat dalam mempertahankan hak asuh anak-anaknya.
“Alhamdulillah, puji Tuhan, semuanya lancar. Kami sudah menyampaikan seluruh bukti yang kami sajikan. Ada 102 bukti, terdiri dari 70 surat, sembilan video, kemudian 23 foto,” ujar Simon.
Ia mengatakan, bukti-bukti tersebut berkaitan dengan berbagai aspek yang dinilai relevan dalam perkara hak asuh anak, mulai dari kondisi finansial, emosional, moralitas, hingga kesehatan kedua belah pihak.
Menurut Chris, pihaknya turut mengajukan dokumentasi kebersamaan Sarwendah dengan anak-anaknya, termasuk momen kebahagiaan keluarga. Bukti tersebut dimaksudkan untuk menunjukkan kelayakan kliennya dalam mengasuh anak berdasarkan prinsip kepentingan terbaik bagi anak.
“Kami tidak bermaksud mendiskreditkan penggugat atau menggiring opini bahwa penggugat tidak layak. Dalam perkara hak asuh anak, yang harus dinilai majelis hakim adalah kelayakan. Kelayakan itu banyak faktornya, mulai dari finansial, emosional, moralitas, kemudian juga kesehatan,” jelasnya.
Chris menegaskan, penilaian akhir mengenai pihak yang paling layak mendapatkan hak asuh sepenuhnya berada di tangan majelis hakim. Karena itu, ia meminta agar seluruh bukti yang telah disampaikan dinilai melalui proses persidangan.
Kuasa Hukum Tegaskan Bukti Diperoleh Sesuai Hukum
Dalam kesempatan tersebut, Chris juga menanggapi pertanyaan mengenai keabsahan bukti yang diajukan pihaknya. Ia memastikan seluruh bukti telah diperoleh sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Salah satu bukti yang sempat dipertanyakan adalah video percakapan melalui panggilan video yang sebelumnya menjadi perbincangan di media sosial.
Menurut Chris, pihaknya memiliki izin dari salah satu orang yang terlibat dalam percakapan tersebut. Ia juga menyebut keaslian video telah diperiksa oleh ahli.
“Video itu sempat dipertanyakan, tetapi hakim sepakat bahwa kami dapat mengajukannya karena memang kami mendapatkan izin dari salah satu pihak yang ada di situ. Jadi, itu tidak melanggar hukum dan sudah dilihat oleh ahli bahwa video itu asli,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pihak Ruben Onsu sempat mempertanyakan bukti tersebut. Namun, menurut Chris, majelis hakim mempersilakan pihak yang keberatan menyampaikan tanggapannya dalam kesimpulan perkara.
Terkait kemungkinan menghadirkan orang yang memberikan video tersebut sebagai saksi, Chris mengatakan pihaknya masih mengupayakan hal itu. Kehadiran saksi masih menunggu kepastian, sementara keterangan ahli disebut telah memperkuat bukti yang diajukan.
Optimistis Sarwendah Pertahankan Hak Asuh Anak
Chris menyatakan optimistis Sarwendah dapat mempertahankan hak asuh anak-anaknya. Ia merujuk pada kondisi anak-anak yang menurutnya sehat, ceria, aktif, dan berprestasi, serta hasil pemeriksaan psikolog forensik yang disebut turut menguatkan pihaknya.
Meski demikian, ia kembali menegaskan bahwa keputusan mengenai hak asuh merupakan kewenangan majelis hakim setelah memeriksa seluruh bukti dari kedua belah pihak.
“Yang pasti, kami optimistis klien kami layak untuk tetap mempertahankan hak asuh anak-anaknya. Anak-anaknya sehat-sehat, pintar-pintar, masih bisa beraktivitas, ceria, dan berprestasi, serta dikuatkan oleh hasil psikolog forensik,” katanya.
Untuk agenda berikutnya, tim kuasa hukum Sarwendah masih diberikan kesempatan mengajukan bukti tambahan pada persidangan pekan depan.
Sarwendah Disebut Tetap Fokus Mengurus Anak
Selain membahas persidangan, Chris turut menanggapi video Sarwendah saat melakukan siaran langsung di media sosial yang disebut sempat terganggu akibat laporan dari sejumlah pengguna.
Ia mengaku kecewa jika ada pihak yang sengaja melaporkan siaran langsung tersebut hingga aktivitas Sarwendah terhenti sementara. Menurutnya, Sarwendah tengah berusaha mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya, termasuk biaya sekolah, makan, dan kebutuhan sehari-hari.
“Kami cukup kecewa bahwa ada pihak-pihak yang dengan sengaja melakukan report seperti itu sehingga live-nya harus terhenti sejenak. Kami rasa tidak perlu melakukan hal-hal seperti itu,” ujar Chris.
Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya memantau dugaan serangan siber yang menyasar kliennya. Chris mengimbau pihak-pihak yang tidak menyukai aktivitas Sarwendah di media sosial agar tidak melakukan tindakan yang merugikan.
Menurut Chris, Sarwendah memilih mendoakan agar pihak-pihak yang melakukan hal tersebut tetap dalam kondisi sehat.
Sementara itu, ketika ditanya mengenai video lain yang beredar di media sosial dan diduga berkaitan dengan Ruben Onsu, Chris mengaku belum mengetahui secara pasti video yang dimaksud. Ia menegaskan bahwa fokus Sarwendah saat ini adalah mengurus anak-anaknya.
Sidang lanjutan perkara hak asuh anak Ruben Onsu dan Sarwendah akan kembali digelar pekan depan dengan agenda pengajuan bukti tambahan dari pihak Sarwendah.
Artikel Terkait
Jason Bourne 6 Dibayangkan Hadir pada 2027, Matt Damon Kembali dalam Konsep Trailer Penggemar
Pride and Prejudice, Kisah Cinta dan Konflik Keluarga dalam Adaptasi Novel Jane Austen
GIRLSET dan Kylie Cantrall Kolaborasi Lewat Lagu “Grown Up”
Sambal Goreng Udang Pete, Perpaduan Udang Gurih dan Sambal Pedas