Citraselebriti — Setelah meninggal dunia, arwah Amanda Rizky Saputri alias Putri disebut masih gentayangan di sekitar rumah hingga pemakaman. Sejumlah warga mengaku mendengar suara tangisan dan melihat kemunculan sosok almarhumah. Bahkan, kehadirannya disebut sempat membuat warga merasa terganggu.
Kisah mistis yang dialami keluarga dan warga tersebut kemudian diangkat ke layar lebar oleh MVP Pictures melalui film horor Putri Jangan Gentayangan Lagi. Film yang disutradarai Rizal Mantovani ini terinspirasi dari kisah nyata Putri .
Dalam film tersebut, aktris Kinaryosih dipercaya memerankan karakter Mak Eli, ibu dari almarhumah Putri. Kinaryosih mengaku sempat merasa gugup ketika pertama kali mendapat tawaran memerankan sosok yang kisah hidupnya benar-benar terjadi.
“Pertama kali aku ditawari peran sebagai Ma Eli, deg-degan banget karena Mak Eli ada di sini. Jadi, tanggung jawab yang besar sekali untuk aku,” ujar Kinaryosih saat ditemui dalam jumpa pers di Epicentrum, Jakarta Selatan, Jumat malam (30/10/2026).
Menurut Kinaryosih, salah satu tantangan terbesarnya adalah menyesuaikan logat dan cara bicara Mak Eli yang memiliki aksen Betawi Bekasi. Ia harus melakukan adaptasi agar karakter yang dimainkan terasa alami.
Dalam proses persiapan, Kinaryosih mengikuti reading bersama sutradara Rizal Mantovani dan Mak Eli. Ia juga banyak mendengarkan cerita langsung dari sosok yang diperankannya tersebut.
“Mak Eli bercerita, terus aku lebih banyak mendengarkan. Karena ini pengalaman yang tragis, jadi sepertinya untuk aku banyak bertanya pun ada batasnya,” tuturnya.
Kinaryosih mengapresiasi kebebasan yang diberikan Rizal Mantovani dalam membangun karakter Mak Eli. Menurutnya, sutradara tetap memberikan arahan dasar, tetapi memberinya ruang untuk menemukan pendekatan akting yang sesuai.
“Mas Rizal memberikan aku kebebasan untuk menemukan apa yang pas dengan karakter Mak Eli di aku. Yang penting masih selaras. Itu penting banget untuk seorang aktor,” katanya.
Ia juga mengaku sempat khawatir ketika melihat karakter Mak Eli memiliki banyak konflik emosional. Sepanjang film, Mak Eli digambarkan berada dalam situasi penuh tekanan sehingga harus memperlihatkan berbagai luapan emosi.
“Awalnya aku melihat sendiri, kok enggak pegal atau pusing, marah-marah terus. Tapi memang seperti itu karena konfliknya berat sekali. Jadi tidak mudah,” ungkapnya.
Meski demikian, Kinaryosih menikmati tantangan tersebut. Setelah melalui latihan dan diskusi bersama sutradara, ia akhirnya merasa lebih memahami karakter yang harus dibawakannya.
Pengalaman memerankan Mak Eli menjadi salah satu peran berkesan bagi Kinaryosih. Terlebih, saat pemutaran film, ia dapat menyaksikan langsung reaksi Mak Eli terhadap penggambaran kisah hidupnya di layar lebar.
Kinaryosih mengaku kembali merasa gugup sebelum film diputar karena Ma Eli turut hadir menyaksikan hasil aktingnya. Namun, ia merasa lega ketika melihat respons emosional Mak Eli.
“Aku lihat Mak Elinya sedih, nangis. Berarti apa yang menjadi tujuan Pak Raam Punjsbi dan Mas Rizal membuat film ini tersampaikan,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Kawai Labiba Perdana Perankan Arwah dalam Film Putri Jangan Gentayangan Lagi
Toyota GT-S Concept Tampil Agresif, Ubah Crossover Keluarga Jadi Sport Wagon
Denisha Wahyuni Debut Film Horor, Perankan Adik Uti dalam Putri Jangan Gentayangan Lagi
Dada Ayam Panggang Mentega Bawang Putih, Lezat dan Mudah Dibuat di Rumah