Denisha Wahyuni Debut Film Horor, Perankan Adik Uti dalam Putri Jangan Gentayangan Lagi

- Sabtu, 31/10/2026

Citraselebriti — Kisah nyata meninggalnya Amanda Rizky Saputri alias Uti yang disebut masih gentayangan di sekitar rumah dan lingkungan warga diangkat ke layar lebar. Rumah produksi MVP Pictures mempercayakan Rizal Mantovani sebagai sutradara film horor berjudul Putri Jangan Gentayangan Lagi.

Dalam film tersebut, aktris Denisha Wahyuni memerankan Alana, adik dari Uti. Film ini sekaligus menjadi pengalaman pertama Denisha bermain dalam genre horor setelah sebelumnya lebih banyak membintangi film drama.

Denisha mengaku bersyukur mendapat kepercayaan untuk memerankan karakter Alana. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada sutradara Rizal Mantovani dan seluruh tim produksi yang telah memberikan kesempatan tersebut.

“Terima kasih kepada Mas Rizal, para pemain, Bang Jamal juga sudah percaya sama aku untuk memerankan Alana, karena ini film horor pertama aku juga,” ujar Denisha dalam jumpa pers di Epicentrum, Jakarta Selatan, Jumat (30/10/2026), 

Denisha mengaku sempat merasa gugup saat pertama kali menjalani proses syuting film horor bersama Rizal Mantovani. Ia bahkan sempat bertanya kepada teman-temannya mengenai karakter penyutradaraan Rizal.

Namun, kekhawatirannya tersebut tidak terbukti. Menurut Denisha, Rizal justru memberikan banyak arahan dan dengan sabar mengajarkan berbagai teknik yang sebelumnya belum pernah dipahaminya dalam bermain film horor.

“Aku juga sempat tanya ke teman aku, gimana sih Mas Rizal? Galak enggak? Ternyata banyak ngajarin banget. Aku baru tahu ternyata banyak teknis dalam film horor yang aku kurang ngerti juga, dan Mas Rizal sabar sekali ngajarin. Jadi, thank you Mas Rizal,” tuturnya.

Mengenai karakter Alana, Denisha menilai sosok adik Uti tersebut cukup mewakili kehidupan remaja yang masih berada dalam masa pencarian jati diri. Alana digambarkan sebagai remaja yang cenderung bandel, labil, dan mudah terpengaruh oleh lingkungan pertemanannya.

Menurut Denisha, karakter tersebut dekat dengan kehidupan anak-anak seusianya yang masih duduk di bangku SMA.

Ia berharap penonton tidak hanya menikmati cerita horor yang disuguhkan, tetapi juga dapat mengambil pelajaran dari perjalanan hidup para tokohnya, terutama mengenai pentingnya berhati-hati dalam menentukan pilihan.

“Menurut aku, posisi Alana cukup mencerminkan banyak anak-anak sekarang. Semoga dari film ini teman-teman semua bisa memetik pelajaran untuk berhati-hati dalam memilih sesuatu, karena bisa berdampak sangat panjang ke depannya,” jelasnya.

Tags

Artikel Terkait

Terkini