• Jum'at, 24/07/2026

Ruben Adrian: Film Istimewa Dibuat dengan Hati, Angkat Kisah Nyata Anak-anak Disabilitas

- Kamis, 23/07/2026
Ruben Adrian: Film Istimewa Dibuat dengan Hati, Angkat Kisah Nyata Anak-anak Disabilitas
Produser dan Sutradara Ruben Ardian

Citraselebriti – Sutradara Ruben Adrian menegaskan bahwa film Istimewa merupakan karya yang lahir dari ketulusan dan hati seluruh tim produksi. Hal itu disampaikannya saat peluncuran official trailer dan poster film Istimewa, yang akan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 17 September 2026.

Mengawali sambutannya, Ruben Adrian menyampaikan apresiasi kepada para wartawan yang hadir dalam acara tersebut.

“Saya melihat teman-teman wartawan yang hadir di sini punya hati yang luar biasa. Terima kasih banyak atas kehadirannya, dukungan, dan doanya agar semua proses ini berjalan lancar,” ujar Ruben di peluncuran Trailer dan Postee di Kantor Kairos, Jakarta, Kamis ( 23/7).

Menurutnya, Istimewa menjadi salah satu proyek paling berkesan sepanjang perjalanan kariernya sebagai sutradara. Ia menilai film tersebut tidak hanya mengandalkan aspek teknis, tetapi dibangun dengan ketulusan seluruh kru dan para pemain.

“Buat saya, film ini bukan hanya soal teknis. Kami membuat film ini dengan hati, dengan ketulusan. Saya percaya ketulusan dari cerita ini akan sampai kepada setiap orang yang menontonnya,” ungkapnya.

Ruben mengaku proses produksi dipenuhi berbagai tantangan, mulai dari air mata, keringat, hingga perjuangan panjang. Namun seluruh perjalanan tersebut justru mempererat hubungan para pemain dan kru hingga menjadi sebuah keluarga.

“Kami melewati semuanya dengan rasa syukur. Film ini menjadi anugerah bagi kami untuk bisa berkarya bersama. Banyak air mata, banyak keringat, tetapi semuanya kami jalani dengan penuh rasa syukur. Kini kami merasa menjadi satu keluarga, termasuk teman-teman media yang ikut menjadi bagian dari perjalanan Istimewa,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Kairos Film resmi merilis official trailer dan poster Istimewa. Film keluarga ini dapat dinikmati oleh seluruh kalangan dan mengangkat kisah sekelompok anak-anak disabilitas yang tinggal di Rumah Istimewa. Mereka memulai perjalanan mencari sosok Pak Mahendra, figur ayah yang selama ini menjadi tempat mereka pulang setelah tiba-tiba menghilang.

Petualangan tersebut membawa mereka menghadapi berbagai tantangan, bertemu orang-orang baru, sekaligus menemukan makna persahabatan, keberanian, kasih sayang, dan arti keluarga.

Melalui film ini, anak-anak disabilitas ditempatkan sebagai tokoh utama yang aktif menggerakkan cerita. Mereka ditampilkan sebagai pribadi yang memiliki mimpi, keberanian, rasa humor, serta cara unik memandang kehidupan, sekaligus menyampaikan pesan tentang pentingnya penerimaan dan kasih sayang.

Ruben Adrian menjelaskan bahwa kisah dalam Istimewa lahir dari berbagai cerita nyata yang didengarnya langsung dari anak-anak disabilitas.

“Sejak awal kami ingin menghadirkan film yang bisa mengubah cara pandang seseorang dan dinikmati semua kalangan. Kisah ini dirangkai dari cerita nyata teman-teman Istimewa menjadi sebuah perjalanan yang penuh harapan, keberanian, dan kasih sayang,” ujarnya.

Official trailer menampilkan kehidupan hangat di Rumah Istimewa sebelum berubah menjadi petualangan emosional yang dipenuhi kejutan, kelucuan, persahabatan, hingga berbagai rintangan yang harus mereka hadapi bersama.

Sementara poster resmi memperlihatkan seluruh penghuni Rumah Istimewa berkumpul di depan rumah yang menjadi simbol bahwa keluarga bukan sekadar hubungan darah, melainkan tempat yang dibangun oleh kasih sayang, penerimaan, dan kehadiran orang-orang yang saling memilih untuk tetap bersama.

Aktor Mathias Muchus yang memerankan Pak Mahendra mengaku terkesan dengan pesan yang dibawa film tersebut.

“Yang membuat saya jatuh hati pada Istimewa adalah ketulusannya. Film ini mengingatkan bahwa keluarga tidak selalu tentang hubungan darah, tetapi tentang siapa yang memilih menerima, menjaga, dan tetap hadir ketika kita saling membutuhkan,” tuturnya.

Salah satu pemeran anak, Aldi, juga berharap Istimewa mampu membuka mata masyarakat terhadap potensi anak-anak disabilitas.

“Aku bangga bisa menjadi bagian dari Istimewa. Semoga film ini menjadi motivasi bagi anak-anak disabilitas untuk bangkit meraih mimpi dan membuktikan bahwa teman-teman Istimewa juga mampu berkarya,” ujarnya.

Dengan menghadirkan representasi yang lebih inklusif di perfilman Indonesia, Istimewa diharapkan tidak hanya menjadi tontonan keluarga yang menghibur, tetapi juga membawa pesan tentang keberanian, penerimaan, saling memaafkan, dan kasih sayang. 

Tags

Artikel Terkait

Terkini