Citraselebriti — Penyanyi Kelly Clarkson mengungkapkan pengalaman kurang menyenangkan saat mengunjungi Art of Play, sebuah toko khusus di Brooklyn, New York, Amerika Serikat. Keluhan tersebut mendapat tanggapan langsung dari pihak toko yang memberikan klarifikasi mengenai kejadian tersebut.
Pada 11 Oktober, Art of Play menyampaikan pernyataan melalui Instagram setelah Kelly mengungkapkan pengalamannya di media sosial X sehari sebelumnya.
Pihak toko menjelaskan bahwa Kelly datang dan menanyakan kemungkinan membeli sebuah automaton burung bernama Molly. Benda unik tersebut merupakan burung mekanis yang dapat bernyanyi dan menari serta menjadi bagian penting dari pertunjukan sulap yang diselenggarakan di toko itu.
“Yesterday, Kelly Clarkson visited us in Brooklyn and inquired about buying ‘Molly,’ a one-of-a-kind singing and dancing bird automaton who plays an important role in the magic shows we host here,” tulis Art of Play dalam pernyataannya.
Pihak toko kemudian menegaskan bahwa Molly tidak dijual kepada pengunjung.
“Molly is permanently attached to the wall and isn’t for sale,” lanjut pernyataan tersebut.
Kelly Clarkson Bandingkan Pengalamannya dengan Film Pretty Woman
Sebelumnya, Kelly mengungkapkan kekecewaannya melalui akun X. Penyanyi yang dikenal sebagai pemenang ajang American Idol itu membandingkan perlakuan yang diterimanya di toko tersebut dengan pengalaman karakter Julia Roberts dalam film Pretty Woman.
Menanggapi pernyataan Kelly, Art of Play mengakui bahwa pengalaman negatif yang dirasakan sang penyanyi merupakan sesuatu yang dapat dipahami oleh siapa pun yang pernah merasa dihakimi saat berbelanja.
“However, the negative experience Kelly described on twitter would resonate with anyone who has ever felt judged in a shop,” tulis pihak toko.
Meski memberikan penjelasan mengenai status Molly yang tidak diperjualbelikan, Art of Play menegaskan bahwa semua pelanggan tetap disambut dengan baik, termasuk mereka yang datang tanpa membeli barang apa pun.
Toko yang menjual berbagai perlengkapan rumah, teka-teki, permainan, mainan, dan produk unik tersebut menyatakan bahwa setiap pengunjung memiliki hak untuk merasa diterima ketika datang ke tempat mereka.
Klarifikasi ini muncul setelah pengalaman Kelly menjadi pembicaraan di media sosial. Pihak toko menjelaskan bahwa benda yang ditanyakan Kelly memang bukan barang dagangan, sekaligus menegaskan komitmen mereka untuk menyambut seluruh pelanggan secara setara.
Artikel Terkait
Tika Panggabean hingga Chicco Kurniawan Ungkap Alasan Terlibat dalam Film Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati
Fajar Nugra Sebut Karakter Bobi di Film Hungry Ghost Festival Jadi Penyeimbang Raka dan Tintin
Kuntz Agus Jaga Emosi Novel Brian Khrisna dalam Proses Syuting Film Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati
Endi Arfian Baru Tahu Festival Hantu Lapar Tradisi Nyata di Indonesia lewat Film Hungry Ghost Festival