Audrey Bianca Beri Pesan untuk 38 Finalis Miss Indonesia 2026, Ingatkan Pentingnya Jadi Diri Sendiri

- Selasa, 13/10/2026

Citraselebriti — Miss Indonesia 2025 Audrey Bianca memberikan motivasi kepada 38 finalis Miss Indonesia 2026 yang tengah menjalani masa karantina. Ia berbagi pengalaman selama satu tahun menyandang gelar Miss Indonesia sekaligus memberikan sejumlah pesan kepada para finalis yang akan bersaing memperebutkan mahkota Miss Indonesia 2026.

Audrey Bianca mengaku senang bisa kembali ke tempat yang sama setelah lebih dari satu tahun lalu menjalani pengalaman sebagai finalis Miss Indonesia.

Audrey mengenang dirinya yang pernah berada di posisi para finalis saat mengikuti ajang Miss Indonesia sebagai perwakilan DKI Jakarta. Ia memahami perasaan gugup yang dirasakan para finalis menjelang malam penobatan.

“Senang sekali bisa kembali ke sini. Tepat satu tahun lebih yang lalu, saya berada di ruangan yang sama dan duduk di tempat yang sama seperti kalian. Saya tahu kalian merasa sangat gugup, tetapi jangan khawatir. Salah satu dari kalian akan menjadi Miss Indonesia 2026 berikutnya,” ujar Audrey Ditemui di Tower MNC, Jakarta Barat, Selasa (13/10/2026).

Menurut Audrey, perjalanan selama setahun menjadi Miss Indonesia merupakan pengalaman transformatif yang memberikan banyak pelajaran berharga. Meski tidak selalu mudah, pengalaman tersebut membentuk dirinya menjadi pribadi yang lebih matang.

“Menjadi Miss Indonesia selama satu tahun ini merupakan perjalanan yang sangat mengubah diri saya. Perjalanannya sulit dan penuh tantangan, tetapi membentuk saya menjadi pribadi seperti sekarang. Saya mendapatkan banyak pengalaman yang mungkin tidak akan saya dapatkan di tempat lain di seluruh dunia,” tuturnya.

Audrey juga mengaku berkesempatan bertemu dengan banyak orang hebat dan inspiratif. Selain itu, berbagai pembekalan dari Star Nusantara serta nasihat dari Ketua Yayasan Miss Indonesia, Liliana Tanoesoedibjo, menjadi bagian penting dalam perjalanan yang dijalaninya.

Salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi Audrey adalah menjalankan program Beauty with a Purpose. Ia menilai program sosial tersebut bukan sekadar tugas atau kewajiban seorang Miss Indonesia, melainkan kesempatan istimewa untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.

“Bagi saya, Beauty with a Purpose bukan hanya tugas atau kewajiban sebagai Miss Indonesia. Ini benar-benar sebuah keistimewaan dan kesempatan untuk menjalankan proyek sosial dalam skala besar, dengan dukungan dari Yayasan Miss Indonesia. Perjalanan ini sangat berkesan dan tidak akan pernah saya lupakan,” katanya.

Menjelang pemilihan Miss Indonesia 2026, Audrey berpesan agar para finalis saling mendukung dan menjaga kesehatan selama menjalani karantina. Ia mengingatkan bahwa mereka telah menjadi bagian dari keluarga besar Miss Indonesia, terlepas dari siapa yang nantinya terpilih sebagai pemenang.

“Selama tiga hari ke depan, tolong saling mendukung. Kalian adalah keluarga. Kalian sudah menjadi keluarga Miss Indonesia, jadi jagalah satu sama lain, jaga kesehatan, dan jangan lupa berdoa,” ucapnya.

Audrey juga mengingatkan para finalis untuk menerima apa pun hasil yang akan mereka peroleh. Menurutnya, keberhasilan mencapai tahap tersebut bukan semata-mata karena keberuntungan, melainkan hasil kerja keras dan usaha masing-masing.

“Kalian berada di sini bukan hanya karena keberuntungan atau kebetulan. Kalian berada di sini karena kerja keras kalian. Jadi, berbanggalah atas pencapaian itu,” tuturnya.

Pesan lain yang ditekankan Audrey adalah pentingnya tetap menjadi diri sendiri. Ia menyadari bahwa para finalis akan menjalani perjalanan panjang apabila terpilih sebagai Miss Indonesia, termasuk ketika harus mewakili Indonesia di ajang Miss World.

“Pertama, selalu menjadi diri sendiri. Saya tahu kalian mungkin sudah mendengar pesan ini setiap hari selama berada di sini, tetapi menjadi diri sendiri benar-benar penting. Jika kalian tetap berpegang teguh pada prinsip dan jati diri, perjalanan ini akan menjadi sangat indah,” katanya.

Audrey menambahkan bahwa gelar Miss Indonesia bukan semata-mata tentang penampilan. Menurutnya, gelar tersebut juga membawa tanggung jawab untuk mendengarkan lingkungan sekitar, memanfaatkan dukungan dari orang-orang terdekat, serta memberikan kontribusi bagi masyarakat dan negara.

“Perjalanan ini bukan hanya tentang penampilan, tetapi juga tentang tanggung jawab, mendengarkan lingkungan sekitar dan sistem pendukung kalian. Ingatlah bahwa ini adalah kesempatan untuk membantu orang lain dan memberikan sesuatu kembali kepada negara,” ujarnya.

Selain memberikan motivasi, Audrey membagikan sejumlah saran teknis berdasarkan pengalamannya mengikuti karantina dan tampil di panggung Miss Indonesia.

Ia menyarankan para finalis untuk selalu berdoa dan menyerahkan hasil akhir kepada Tuhan. Audrey mengenang bahwa dirinya tidak secara khusus berdoa agar menang, melainkan memohon agar diberikan hasil terbaik sesuai dengan jalan hidupnya.

“Tahun lalu, setiap hari saya berdoa, tetapi saya tidak berdoa untuk menang. Saya berdoa agar apa pun yang terjadi merupakan yang terbaik. Kalau ini jalan terbaik untuk saya, berikanlah kepada saya. Kalau bukan, saya ikhlas,” ungkapnya.

Audrey juga meminta para finalis memberikan usaha maksimal ketika menjalani gladi resik atau latihan panggung. Menurutnya, latihan menjadi kesempatan untuk mempersiapkan diri menghadapi rasa gugup yang mungkin muncul saat malam penobatan.

“Saat latihan, saya ingin kalian memberikan 200 persen, bahkan 300 persen. Kenapa? Karena saat tampil di acara sesungguhnya, kalian pasti akan merasa gugup. Jadi, saat latihan berikan seluruh usaha, energi, dan kemampuan kalian. Ketika gugup di panggung nanti, setidaknya kalian masih bisa memberikan 100 persen,” jelasnya.

Ia pun mengajak para finalis untuk saling menguatkan jika masih merasa gugup. Audrey berharap mereka dapat menikmati setiap proses, termasuk kesempatan tampil di panggung besar yang disaksikan masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.

Mengenang masa karantinanya sebagai finalis Miss Indonesia 2025, Audrey mengakui bahwa rangkaian kegiatan yang berlangsung selama sekitar 10 hingga 11 hari terasa melelahkan. Para finalis harus menjalani jadwal padat, mulai dari bangun pagi hingga menyelesaikan kegiatan pada malam hari.

Namun, ia menilai pengalaman tersebut menjadi bekal berharga untuk menghadapi tantangan berikutnya. Jika terpilih menjadi Miss Indonesia 2026, pemenang akan menjalani proses persiapan lebih lanjut sebelum berkompetisi di Miss World.

“Saya tahu karantina selama 10 atau 11 hari ini terasa sangat berat. Kalian harus bangun pagi dan menyelesaikan kegiatan sampai larut malam. Namun, pengalaman ini akan mempersiapkan kalian untuk karier dan perjalanan berikutnya,” katanya.

Menutup pesannya, Audrey mengingatkan para finalis agar menikmati sisa waktu karantina, menjaga kesehatan, memperbanyak minum air putih, dan tidak lupa berdoa. Ia berharap siapa pun yang nantinya terpilih sebagai Miss Indonesia 2026 dapat melanjutkan perjalanan dan meneruskan kontribusi positif bagi masyarakat.

“Jangan lupa bersenang-senang dan menikmati prosesnya. Kalian tidak tahu kapan akan mengalami pengalaman seperti ini lagi dalam hidup. Saya akan selalu ada untuk kalian,” pungkas Audrey Bianca.

Tags

Artikel Terkait

Terkini