Citraselebriti — Dewa 19 dan Krakatau memperingati 40 tahun persahabatan merek. Dalam kesempatan tersebut, Andra Ramadhan dan Ahmad Dhani turut berbicara mengenai perjalanan panjang Dewa 19, perubahan industri musik dari era fisik ke digital, hingga rencana besar mereka ke depan.
Andra menilai setiap era dalam industri musik memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Menurutnya, era ketika masyarakat masih membeli album dalam bentuk fisik memiliki pengalaman tersendiri bagi musisi maupun penggemar.
Ia mengenang bagaimana kaset dan CD tidak hanya menjadi media untuk mendengarkan musik, tetapi juga memiliki nilai sebagai merchandise. Penggemar dapat melihat sampul album, foto para personel, ucapan terima kasih, hingga berbagai informasi yang terdapat dalam kemasan album.
Sementara saat ini, perkembangan teknologi digital membuat akses terhadap musik menjadi jauh lebih mudah. Masyarakat tidak perlu lagi datang ke toko kaset untuk mendapatkan album yang diinginkan karena lagu dapat langsung diakses melalui telepon seluler.
Namun, kemudahan tersebut juga membuat penjualan musik secara fisik semakin berkurang. Pada masa kejayaan album fisik, penggemar bahkan rela mengantre untuk mendapatkan album terbaru dari musisi yang mereka idolakan.
Dhani kemudian menambahkan bahwa jika berbicara mengenai keuntungan, ukuran kesuksesan pada akhirnya tetap dapat dilihat dari sisi finansial. Menurutnya, lima tahun terakhir justru menjadi periode puncak kesuksesan Dewa 19 jika diukur dari sisi ekonomi.
“Kalau secara materi, lima tahun ini adalah puncak kesuksesan Dewa 19. Kalau dinilai dari materi, lima tahun terakhir ini Dewa 19 lagi di puncak gunung dibanding zaman dulu,” ujar Ahmad Dhani dalam jumpa pers yang digelar di Java Rock Kemang, Jakarta Selatan, Senin (14/9/2026).
Menurut Dhani, bentuk fisik maupun streaming pada dasarnya hanyalah media yang digunakan untuk menyampaikan karya musik. Sementara jika berbicara mengenai keuntungan secara langsung, menurutnya ukuran akhirnya tetap berkaitan dengan pendapatan yang diperoleh.
“Kalau kita bicara keuntungan, mau dibilang fisik, mau dibilang streaming dan lain-lain, itu hanya media. Kalau kita peras lagi arti daripada keuntungan, yaitu duit,” katanya.
Menariknya, pencapaian tersebut justru dirasakan Dewa 19 ketika para personelnya sudah tidak lagi berada di usia muda. Dhani menyebut kesuksesan finansial yang dirasakan dalam lima tahun terakhir menjadi sesuatu yang istimewa dalam perjalanan band yang telah berdiri selama puluhan tahun.
“Di usia kami yang sudah enggak muda lagi, justru lima tahun terakhir ini kami merasakan kesuksesan secara finansial. Menurut saya, mungkin di Indonesia baru terjadi band di usia 50 tahun malah mengalami puncak-puncaknya,” tuturnya.
Meski mengaku sudah merasa berada di titik puncak, Dewa 19 tetap memiliki sejumlah target baru. Salah satunya adalah menghadirkan konser berskala lebih besar melalui Dewa 19 All Stars 3.0.
Dhani berharap pertunjukan tersebut dapat melampaui skala dua konser All Stars sebelumnya. Namun sebelum menggelar All Stars 3.0, Dewa 19 berencana kembali tampil di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) pada tahun depan.
Berbeda dari konsep All Stars, konser tersebut rencananya akan menghadirkan Dewa 19 tanpa bintang tamu musisi luar negeri. Konsep ini disebut muncul karena banyaknya permintaan dari Baladewa yang ingin menyaksikan Dewa 19 tampil secara penuh tanpa tambahan musisi asing.
“Rencananya tahun depan akan manggung di GBK lagi, tapi tanpa artis luar negeri. Banyak banget permintaan dari Baladewa yang kepengin nonton Dewa 19 tanpa bintang tamu,” ungkap Dhani.
Dengan konsep tersebut, para penonton nantinya akan mendapatkan pertunjukan yang berfokus pada Dewa 19 dan para vokalis yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan band tersebut.
“Baladewa hanya nonton Ari Lasso, hanya nonton Elo dan hanya nonton Firza, enggak nonton yang lain,” kata Dhani.
Andra Ramadhan juga menyambut positif rencana tersebut. Ia mengaku saat ini Dewa 19 lebih banyak bermain musik untuk kesenangan, setelah melewati berbagai pencapaian besar sepanjang perjalanan karier mereka.
“Yang sudah kita capai sudah kayaknya seperti Dani bilang, di puncak. Apalagi ya? Jadi sekarang main musik sih fun saja,” ujar Andra.
Meski demikian, Dewa 19 masih terus mempersiapkan berbagai konsep pertunjukan baru, termasuk rencana konser di GBK tanpa keterlibatan musisi luar negeri.
“Yang kita lagi godok adalah konser All Star tanpa All Star dari luar negeri. Banyak juga Baladewa yang sebenarnya pengin nonton Dewa saja tanpa ada embel-embel artis atau musisi luar negeri. Itu yang insyaallah akan kita wujudkan tahun depan,” tutur Andra.
Perjalanan panjang Dewa 19 selama puluhan tahun sekaligus menjadi bukti bagaimana sebuah band dapat bertahan melewati berbagai perubahan industri musik, mulai dari era kaset dan CD hingga masa streaming digital. Kini, di tengah usia para personelnya yang semakin matang, Dewa 19 justru masih memiliki ambisi untuk menghadirkan pertunjukan yang lebih besar bagi para penggemarnya.
Artikel Terkait
Ahmad Dhani Ungkap Dewa 19 Capai Puncak Kesuksesan Finansial dalam 5 Tahun Terakhir
Kacamata AI Canggih yang Membentuk Tren Teknologi Wearable 2027
Diperiksa 23 Pertanyaan, Kuasa Hukum Ungkap Kondisi Korban Dugaan Kekerasan Seksual
XG Siapkan Single Baru “DEPENDS”, XGALX Resmi Masuki Era Baru