SONLUX BERKOLABORASI DENGAN KIAH VICTORIA DI LAGU
“VACANCY”

Lahir dari keinginan untuk memberikan sebuah bentuk dari suara, musik yang disajikan proyek multi-album Son Lux, ‘Tomorrows’,mengingatkan kita akan keinginan untuk mempertanyakan segala asumsi, dan bagaimana kita hidup berdampingan dengan berbagai masalah. Album‘Tomorrows III’, edisi ketiga dan terakhir dari proyek ‘Tomorrows’ oleh Son Lux akan dirilis 16 April 2021mendatang melalui City Slang dan dapat dipesan melalui link ini. Edisi deluxe dan fisik dari seri album‘Tomorrows’ akan dirilis 30 Juli 2021mendatang melalui City Slang.

Single kedua dari volume terakhir seri album ‘Tomorrows’yaitu “Vacancy”dirilis hari ini. Sejumlah lapisan piano yang diredam dimainkan berulang kali secara lembut bak sebuah lagu menjelang tidur bersamaan dengan suara penyanyi dan musisi Kiah Victoria yangberduet dengan vokalis Son Lux, Ryan Lott. Nuansa yang indah sekaligus menakutkan terdengar saling memanggil seraya drummer Ian Chang memainkan sebuah pola perkusi yang stabil menggunakan sejumlah perabotan dan kain.

Serasi dengan nuansa yang diciptakan, lagu tersebut bersifat sangat murah hati. “If I can’t give you what you need, I’ll make the vacancy.”Memberikan ruang untuk permainan bass khas dari gitaris Rafiq Bhatia, musik yang ditampilkan mengerucut pada sebuah atmosfer berbeda menjelang akhir. Namun, sebuah pertanyaan penting menetap di bagian chorus:“Can I love you more just by leaving?”

Ryan Lott, Rafiq Bhatia, dan Iang Chang, personil dari unit musik Son Lux, menyatukan pandangan mereka terhadap prinsip-prinsip yang mudah berubah: ketidakseimbangan, gangguan, bentrokan, dan redefinisi. Namun untuk segala ketidakstabilan yang ditampilkan, eksplorasi dari segala elemen yang bertemu adalah tujuan dari ‘Tomorrows’: sikap penasaran, menantang, serta meruntuhkan dan membangun kembali sebuah identitas.

Musik yang menggaung di ‘Tomorrows’ menjadi representasi masa kini, penuh dengan gesekan yang memperlihatkan keanehan dalam hal-hal yang lumrah ataupun sebaliknya. Walau terdengar rumit, ruang suara yang ditampilkan dapat runtuh kapan saja, menguak emosi terdalam. Proses pembuatan ‘Tomorrows’melibatkan proses yang berulang, dengan komposisi lirik dan musik yang terkesan selalu beradaptasi dan merespon terhadap satu sama lain.

Pada dasarnya, Son Lux adalah sebuah unit musik yang beragam secara kultur dan latar belakang beranggotakan Rafiq Bhatia, Ian Chang, dan Ryan Lott yang membawa perspektif mereka masing-masing dalam membuat sebuah karya musik yang berbeda. Usaha Son Lux mencari sebuah keseimbangan untuk mencapai keintiman emosi yang jujur dan konstruksi suara-suara elektronik yang sempurna, bersamaan dengan meleburnya pengaruh-pengaruh musik mereka, telah membentuk sebuah identitas untuk Son Lux.

Berbasis di New York, Rafiq Bhatia adalah anak dari generasi pertama sepasang imigran Muslim dari dengan garis keturunan melingkupi India dan Afrika Timur. Figur-figur ternama seperti Jimi Hendrix, John Coltrane, dan Madlib — serta sejumlah mentor dan kolaborator seperti Vijay Iyer dan Billy hart — memaksanya untuk melihat musik sebagai elemen yang membentuk dan mewakili identitasnya, di luar perspektif orang lain.

Saat mencoba menjelaskan proses kreatifnya, Ian Chang kerap mengatakan“third culture”. Lahir di Hong Kong pada 1988, Chang kerap berpindah seumur hidupnya. Ia kemudian tinggal di New York selama 10 tahun sebelum akhirnya pindah ke Dallas, Texas, dan berkolaborasi dengan nama-nama seperti Moses Sumney, Joan As Policewoman, dan Matthew Dear, di tengah kesibukannya bersama Son Lux dan Landlady. Baru-baru ini, Chang menjadi pembawa acara untuk acara “Selects” dari Clockenflap Musicdan membuat sebuah mixkhusus untuk Hong Kong Community Radio.

Untuk Ryan Lott, Los Angeles adalah rumahnya, meski ia tumbuh di banyak tempat di Amerika Serikat. Musik selalu menjadi suatu hal yang terus bersamanya, di mana ia menghabiskan banyak waktunya dengan piano. Di luar portfolio musiknya dalam genre dance, namanya dikenal sebagai komposer musik untuk beragam iklan, acara televisi, dan film. Sejumlah film yang ia ikut andil meliputi The Disappearance of Eleanor Rigby (2014), Paper Towns (2015), dan Mean Dreams (2017). Ia juga pernah menulis dan memproduseri musik untuk Woodkid, Sufjan Stevens, dan Lorde.

Son Lux selalu beroperasi layaknya sebuah eksperimentasi dapur. Mereka ingin selalu mempertanyakan berbagai asumsi mendalam tentang bagaimana musik terbentuk dan merakitnya kembali dari tingkat molekuler. Diawali sebagai proyek solo Ryan Lott di tahun 2014 yang akhirnya menjelma menjadi sebuah unit trio bersama Ian Chang dan Rafiq Bhatia. Mereka kemudian memantapkan chemistry dan intuisi kreatif mereka lewat sejumlah tur dan album termasuk Bones(2015) dan Brighter Wounds(2018). Sebuah bahasa musik yang didasari sebuah keingintahuan, menghasilkan sebuah karya yang bebas dari genre dan struktur konvensional.

Tomorrows III`Track List:

1. Unbind
2. A Different Kind of Love
3. Upend

4. Plans We Make [feat. Kadhja Bonet]

5. Glimmer

6. Come Recover

7. Sever [feat. Holland Andrews]

8. The Hour

9. Embrace

10. Vacancy [feat. Kiah Victoria] 

TAGS : Musik SONLUX BERKOLABORASI DENGAN KIAH VICTORIA DI LAGU
“VACANCY”